Sulistyo-Basuki's Blog

Home » Artikel Ilmiah » Notasi Geografi untuk Indonesia dari Sudut Keperluan Perpustakaan Nasional RI

Notasi Geografi untuk Indonesia dari Sudut Keperluan Perpustakaan Nasional RI

Pendahuluan

Dewey Decimal Classification (selanjutnya disingkat DDC). merupakan bagan klasifikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia, bahkan secara defacto merupakan bagan klassfikasi resmi karena dipakai lebih dari 80% perpustakaan pemakai (Sulistyo 2007). DDC mulai digunakan di Indonesia sejak tahun 1952 tatkala Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan membuka Kursus Pendidikan Pegawai Perpustakaan (Sulistyo, 1994). Pada waktu itu edisi yang digunakan masih edisi 15; edisi ini sampai sekarang hanya dikenal di kalangan pustakawan Indonesia yang sudah pensiun. Sumber lain seperti sejarah PUSTAKA menyatakan bahwa Biblioteca Bogoriensis sudah menggunakan bagan klasifikasi desimal pada awal abad 20 namun tidak menjelaskan apakah bagan tersebut merupakan DDC atau bagan ciptaan lain.

Pendidikan pustakawan dan pustakawan Indonesia selama lebih dari 50 tahun telah menggunakan semua edisi, dari edisi 15 sampai dengan edisi 22 dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Makalah ini membahas satu aspek DDC yaitu notasi geografis yang berkaitan dengan Indonesia.

Notasi yang pernah ada

Pada DDC edisi 15, notasi wilayah untuk Indonesia ditempatkan 991 bersama-sama Filipina. Waktu itu dipandang Indonesia dan Filipina sebagai bagian dari kawasan Pasifik.  Notasi 991 terasa aneh karena notasi 991 Indonesia sedangkan  991.4 Republic of Philippines, 992 Sunda covering Sumatra, Java and Bali, Timor Archipelago and Andaman and Nicobar Islands. Notasi tersebut terasa janggal karena Filipina bukan bagian dari Indonesia sementara kepulauan Andaman dan Nicobar merupakan bagian India. Edisi 16  dan 17 masih menggunakan konsep serupa, baru pada edisi 18 Indonesia dan Filipina dipindah ke 959 sebagai bagian dari Asia Tenggara. Edisi 18 mengalokasikan notasi 959.8 untuk Indonesia sementara Filipina memperoleh 959.9. Notasi tersebut dianggap sesuai karena kedua negara merupakan bagian dari kawasan Asia Tenggara serta masing-masing negara memperoleh notasi yang berlainan.

DDC Standard (15th edition)

Edisi 15 merupakan edisi yang pertama kali digunakan secara resmi di Indonesia, khususnya untuk peserta Kursus Pendidikan Pegawai Perpustakaan yang dibuka pada tahun 1952 di Jakarta. Kelak  Kursus tersebut berubah menjadi Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Edisi ini disebut standard (15th) edition, revised berwarna hitam ini menyediakan notasi untuk Indonesia sebagai berikut :

notasi IndonesiaNotasi tersebut dianggap aneh bagi pustakawan Indonesia karena Filipina berbeda dari Indonesia. Istilah Sunda pun kurang tepat, seharunya ada kepulauan Sunda Besar dan Sunda Kecil. Sunda Besar meliputi pulau-pulau besar ialah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Kepulauan Sunda Ketijl meluputi pulaudari Bali sampai dengan Timor. Nama tersebut kemudian diubah menjadi Nusa Tenggara, selanjutnya dimekarkan lagi menjadi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

DDC 16th Edition

Edisi ini berwarna merah, terbit 1958 digunakan oleh mahasiswa Sekolah Perpustakaan, Djurusan Ilmu Perpustakaan FKIP UI serta Djurusan Ilmu Perpustakaan FSUI yang dibuka tahun 1964. Bagi pustakawan generasi 1960 an, edisi 16 ini merupakan edisi yang populer bagi mereka karena digunakan secara intensif. Edisi ini mengadakan perubahan dengan hasil sebagai berikut :

DDC edisi 16

Edisi 16 sudah mengenal pemisahan Filipina dari Indonesia walaupun Filipina (991.4) masih dianggap bagian dari Indonesia (991). Juga keberadaan notasi 992 untuk Sunda Islands yang mencakup Sunda Besar dan Sunda Ketjil.

 DDC Edition 17

Berwarna hijau diterbitkan tahun 1967 terdiri dari  2 jilid. Pembagian sama dengan edisi 16 sebagai berikut :

DDC edisi 17

Karena situasi politik dan ekonomi yang menimpa Indonesia pada dasawarsa  1960 an, maka edisi ini kurang dipahami mahasiswa pendidikan pustakawan. Faktor lain kekuranglaziman dengan edisi ini ialah selama beberapa tahun tidak tersedia di lembaga pendidikan sehingga kurang dikenal mahasiswa. Ketidaktersediaan edisi 17 ialah harganya yang sangat berfluktuasi mengingat pasca 1965, Indonesia diterpa inflasi yang terbutuk sesudah Perang Dunia 2 mencapai 650% (sebelum dikalahkan oleh Zimbabwe yang mencapai jutaan persen!) sehingga lembaga pendidikan tidak mampu membelinya. Setelah situasi ekonomi Indonesia membaik, baru perpustakaan Indonesia menggunakannya sekitar pertengahan 1970 an.

DDC Edition 18

Terbit tahun 1971 dengan warna biru, Penggunaan edisi ini di Indonesia hampir bersamaan dengan edisi 17 akibat kondisi ekonomi Indonesia yang buruk sehingga perpustakaan praktis seleama bertahun-tahun tidak mendapat anggaran. Inflasi ekonomi sebesar 650% ditambah peraturan moneter menyebabkan harga jual edisi 18 sangat mahal. Edisi 18 mulai mengenal jilid tersendiri untuk Tabel geografi serta untuk pertama kalinya Indonesia dipisahkan dari Filipina. Juga untuk pertama kalinya notasi geografi Indonesia dipisahkan dari Filipina. Pada notasi sejarah hal tersebut nampak jelas :

Edition  19

Terbit tahun 1979, terdiri dari 4 jilid berwarna kelabu. Notasi geografi antara Indonesia dipisahkan dari Filipina. Untuk sejarah hal tersebut nampak sebagai berikut :

DDC edisi 19

Edition 20

Terbit tahun 1989, terdiri atas 4 jilid deengan satu jilid khusus untuk tabel, semuanya warna coklat. Tabel 2 notasi geografi khusus untuk Indonesia memberikan notasi sebagai berikut :

DDC edisi 20

Perhatikan bahwa Eks Timor Portugis sudah dimasukkan ke Indonesia walaupun belum disebutkan sebagai provinsi. Timor eks Portugis “menggabung” ke Indonesia tahun 1975 setelah ada “permintaan” dari pihak Apodeti namun ditentang oleh Fretelin. Notasi geografis tetap sama dengan edisi 19 :

DDC edisi 19

Edition 21

Edisi ini terbit tahun 1996, terbagi atas 4 jilid dalam warna biru. Untuk notasi geografi ada perubahan, misalnya notasi untuk Jakarta (-598 22).  Notasi untuk Indonesia nampak sebagai berikut:

DDC edisi 21

Edition 22

Terbit tahun 2003, terdiri dari 4 jilid dengan satu volume dikhususkan untuk daftar Tabel. Warna khasnya ialah setiap jilid pada  bagian atas diberi warna hitam sedangkan bagian bawah warna hijau.

Notasi pada edisi 22

DDC edisi 22 terbit pada tahun  2003 sudah menunjukkan banyak kemajuan walaupun dari kaca mata Indonesia masih memerlukan perubahan. Tabel 2 (Dewey, 2003) memberikan notasi untuk Indonesia sebagai berikut :

DDC edisi 22

Dari pandangan Indonesia nampak agak janggal adalah masalah peristilahan. Bagi pustakawan Indonesia, nama Kalimantan lebih terasa lazim daripada Borneo, demikian pula nama Sulawesi lebih membumi daripada Celebes. Pada peta dan atlas terbitan tahun 1950an ke atas (Atlas, 2002) tertera nama Sulawesi. Hal tersebut berbeda dengan atlas Indonesia sebelum tahun 1950 an yang mencantumkan nama Celebes.

Hal serupa dengan sebutan Kalimantan yang lebih pouler daripada Borneo. Analog dengan atlas tentang Indonesia, atlas sebelum tahun 1950 an banyak menyebutkan nama Borneo.

 Perubahan versi OCLC

Perlunya perluasan notasi -598 dirasakan oleh  OCLC sebagai penerbit DDC. Perubahan nyata nampak pada Agustus 2006 pada New & Changed Entri version August 2006 (http://www.oclc.com, 2006) menunjukkan perubahan yang cukup mendalam sebagaimana nampak pada notasi di bawah ini :

-598    Indonesia and East Timor

-5981    Sumatra and neighboring islands

-59811    Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam)

-59812    North Sumatra (Sumatera Utara)

-59813    West Sumatra (Sumatera Barat)

-59814    Riau

-59815    Jambi

-59816    South Sumatra (Sumatera Selatan)

-59817    Bengkulu

-59818    Lampung

-59819    Riau Islands  and Bangka Belitung

-598192  Riau Islands (Kepulauan Riau)

-598196  Bangka Belitung (Kepulauan Bangka Belitung)

-5982    Java and neighboring islands

-59822    Jakarta

-59823    Banten

-59824    West Java (Jawa Barat)

-59826    Central java (Jawa Tengah)

-59827    Yogyakarta

-59828    East Java (Jawa Timur) Including Madura

-5983   Kalimantan Class here Borneo

-59832    West Kalimantan (Kalimantan Barat)

-59834    Central Kalimantan (Kalimantan Tengah)

-59836    South Kalimantan (Kalimantan Timur)

-5984    Celebes (Sulawesi)

-59842    North Sulawesi (Sulawesi Utara)

-59843    Gorontalo

-59844    Central Sulawesi (Sulawesi Tengah)

-59846    West Sulawesi (Sulawesi Barat)

-59847    South Sulawesi (Sulawesi Selatan)

-59849    South-East Sulawesi(Sulawesi Tenggara)

-5985    Moluccas

-59852    Maluku Including Halmahera

-59856    North Maluku (Maluku Utara) Including Halmahera

-5986    Lesser Sunda Islands (Nusa Tenggara)

-59862    Bali

-59865    West Nusa Tenggara (Nusa Tenggara Barat) Including Lombok, Sumbawa

-59868    East Nusa Tenggara (Nusa Tenggara Timur) Including Flores, Sumba, West Timor;

-5987    East Timor

Pihak OCLC juga memperluas notasi untuk Irian Jaya sebagai berikut :

-951    Western New Guinea (Irian Barat)

Variant names: Irian Jaya, West Papua

Part of Indonesia

Class here former Papua Province

-9512    West Irian Jaya (Irian Jaya Barat)

Provience of Indonesia

Class here Bird’s Head Peninsula

-9516    Papua

Province of Indonesia

Komentar versi OCLC

Dari notasi yang dimasukkan k New and Changed Entries August 2006 ada beberapa catatan :

  1. Perubahan tersebut sudah diumumkan setahun yang lalu namun dalam IFLA Conference 2007 di Durban, Afrika Selatan pada sesi 157 Classification and Indexing (http:www.ifla.org/IV/… 2007)terlontar ucapan dari editor DDC bahwa tidak ada tanggapan dari Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas). Hal tersebut pernah penulis tanyakan kepada beberapa pustakawan dan pejabat terkait di Perpusnas, mereka menyatakan tidak tahu keberadaan perubahan entri tersebut. Mungkin hal tersebut dapat mendorong pihak Perpusnas, khususnya yang berkaitan  dengan klasifikasi dan pengindeksan untuk tetap mengikuti situs DDC.
  2. Pihak OCLC berusaha mengikuti perkembangan di Indonesia. Hal tersebut terbukti semua provinsi lama dan baru di Indonesia sudah terlliputi, namun mereka kurang mengetahui perubahan politik Indonesia pasca 1998 yang ditandai dengan pemekaran provinsi.
  3. Ada kesalahan pengertian mengenai geografi Indonesia. Notasi -5985 Moluccas diikuti oleh notasi -59852 Maluku. Hal tersebut kurang tepat karena Moluccas sinonim dengan Maluku. Notasi -5986 menyebutkan Lesser Sunda Islands (Nusa Tenggara). Keterangan tersebut juga kurang tepat karena “Lesser Sunda Islands” dalam buku tebritan Indonesia diterjemahkan menjadi Kepulauan Sunda Kecil*  yang mencakup provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat serta Nusa Tenggara Timur.
  4. Notasi -951 Western New Guinea (Irian Barat) sebenarnya sama dengan Papua   (-9516).
  5. OCLC  berupaya mencakup semua provinsi di Indonesia. Upaya tersebut berhasil setidak-tidaknya sampai periode 2007 sementara saat ini ada upaya membuat provinsi baru misalnya propinsi Kapuas Raya, Aceh Tenggara (Kompas 18 September 2007).

Usulan revisi

Untuk perbaikan dan revisi, berikut ini beberapa usulan :

  1. Koreksi atas istilah.  Karena Moluccas sama dengan Maluku, maka notasi untuk provinsi Maluku tetap -595 6 dan Maluku Utara tetap -598 56. Notasi untuk Maluku (-598 52) dihilangkan.
  2. Penjelasan mengenai notasi -5986 Lesser Sunda Islands (Nusa Tenggara).  Istilah Lesser Sunda Islands dalam buku ilmu Indonesia disebut Kepulauan Sunda Kecil mencakup Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor serta pullau-pulau berdekatan. Provinsi Sunda Kecil dipecah menjadi Provinsi Bali,Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur pada tahun 1959. Sebagai “lawan” Kepulauan Sunda Kecil ada kepulauan Sunda Besar  yang mencakup pulau besar yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
  3. Bagi provinsi yang dimekarkan dari provinsi lama, sebaiknya notasi untuk provinsi baru dimulai dari notasi provinsi lama. Misalnya bila provinsi Riau memperoleh notasi -59814, maka provinsi Kepulauan Riau yang merupakan pemekaran dari provinsi Riau  pada tahun 2002 memperoleh notasi berbasis notasi Riau. Dalam hal ini notasi untuk provinsi Kepulauan Riau ialah -598142. Hal serupa untuk provinsi Bangka Belitung yang merupakan hasil pemekaran provinsi Sumatera selatan pada tahun 2000. Bila provinsi Sumatera Selatan memperoleh notasi  -59816, maka notasi provinsi Bangka Belitung ialah 598162. Provinsi Banten yang merupakan pemerkaran provinsi Jawa Barat diberi notasi  -598242, sementara bekas provinsi induknya tetap -59824. Hal ini dilakukan untuk menampung provinsi baru serta wujud prinsipi keluwesan (hospitality) yang menyediakan tempat untuk subjek baru dengan berbasis subjek lama tanpa menganggu keseluruhan subjek.
  4. Notasi untuk Papua tetap -951 sementara propivinsi Irian Jaya Barat tetap pada -9512. Usulan OCLC yang menyediakan notasi -9512 dirasakan kurang tepat karena provinsi Papua dahulu bernama Irian Jaya dan atau Irian Barat. Beberapa dokumen menyebutnya Western New Guinea. Dengan demikian notasi -9516 Papua dibatalkan.

Perbandingan antara usulan Indonesia dengan versi OCLC 2006 diberikan pada Tabel 1

                                                TABEL 1 PERBANDINGAN PERLUASAN VERSI OCLC (2006) DENGAN USULAN INDONESIA

Provinsi Versi OCLC 2006 Usulan Indonesia Keterangan
Sumatra -598 1 -598 1 Sama

Nanggu Aceh Darussalam

-598 11 -598 11

Sumatera Utara

-598 12 -598 12

Sumatera Barat

-598 13 -598 13

Riau

-598 14 -598 14

Jambi

598 15 -598 15

Sumatera Selatan

-598 16 -598 16

Bengkulu

-598 17 -598 17

Lampung

-59818 -598 18

Kepulauan Riau dan Bangka Belitung

-598 10

Tidak ada notasi karena pustakawan Indonesia menganggapnya daerah yang berlainan; persamaannya adalah kedua-duanya hasil pemekran provinsi

Berbeda. Pustakawan Indonesia menganggap bagian pemekaran provinsi lama

Kepulauan Riau

-598 192 -598 144

Berbeda. Pustakawan Indonesia berpendapat harus berbasis notasi Sumatera Sekatan karebna merupakan hasil pemekran provinsi

Bangka Belitung

598 16 -598 164

Berbeda Pustakawan Indonesia berpendapat harus berbasis notasi Sumatera Sekatan karebna merupakan hasil pemekran provinsi

Jawa

-5982 -598 2

Jakarta

-598 22 598 22

Banten

-598 23 -598 242

Berbeda. Indonesia berpendapat Banten merupakan hasil pemekaran provinsi Jawa Barat karena itu harus berbasis notasi Jawa Barat.

Jawa Barat

-598 24 -598 24

Jawa Tengah

598 26 -598 32

Jawa Timur

-598 28 -598 28

Kalimantan

-598 3 -598 3

Kalimantan Barat

-598 32 -598 32

Kalimantan Tengah

-598 34 -598 34

Kalimantan Timur

-598 36 -598 36

Celebes (Sulawesi)

-598 4 -598 4

Perbedaan istilah, persamaan notasi

Sulawesi Utara

598 42 598 42

Gorontalo

-598 43

Berbeda

Sulawesi Tengah

-598 44 -598 424

Sulawesi Barat

598 46 -598 464

Berbeda

Sulawesi Selatan

-598 47 -598 47

Sulawesi Tengah

598 49 598 49

Moluccas Including Halmahera

598 5

Berbeda. Istilah tersebut untuk Maluku

Maluku

-598 52

Berbeda. Moluccas sama dengan Maluku, karenanya notasi Maluku harus disamakan dengan “Moluccas” atau dibuatkan notasi tersendiri

Maluku Utara

598 56 598 56

Nusa Tenggara

598 6 598 6

Bali

598 62 598 62

Nusa Tenggara Barat

598 65 598 65

Nusa Tenggara Timur

598 68 598 68

Perluasan lebih lanjut

Bagi pustakawan Indonesia tentunya notasi yang terbatas pada provinsi saja dirasakan kurang cukup. Namun demikian perlu dipertimbangkan apakah pihak Indonesia baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia perlu mengusulkan notasi kabupaten dan kota dari setiap provinsi. Rasanya saat ini usulan notasi kabupaten/kota kepada OCLC dirasakan belum perlu karena pihak Indonesia perlu mengajukan koreksi atas terbitan New and Changed Entriesd August 2006 sementara pendapat dari Perpusnas tidak pernah ada. Bahkan ada pendapat bahwa Perpusnas tidak tahu soal perubahan dan entri baru yang dimuat di Internet padahal muatan itu sudah diterbitkan  sejak tahun 2006 yang lalu.

Upaya Pusat Pembinaan Perpustakaan

Sementara itu di Pusat Pembinaan Perpustakaan pada tahun 2007 dan 2008 telah mulai mengupayakan terjemahan DDC Abridged 14th ed kedalam Bahasa Indonesia. Upaya tersebut berhasil menyelesaikan terjemahan bagan utama, semua tabel (dari 1 s.d. 4) namun belum selesai indeks serta notasi geografis untuk Indonesia. Rencananya edisi percobaan akan diluncurkan pada tahun 2010 sebagai edisi percobaan dengan harapan 598 24. Sementara hal itu belum diumumkan, maka penulis mengajukan usulan agar setiap notasi provinsi diikuti dengan keterangan kabupaten dan kota yang tercakup di dalamnya. Bila dijabarkan lebih lanjut hasilnya sebagai berikut :

-598 Indonesia
-598 1 Sumatera
-598 11 Nanggroe Aceh Darussalam

Mencakup kabupaten Aceh Barat (ibukota Meulaboh), Aceh Barat Daya (ibukota Blangpidie), Aceh  Besar (ibukota Kota Tantho), Aceh Jaya (ibukota Calang), Aceh Selatan (ibukota Tapaktuan), Aceh Singkil (ibukota Singkil), Aceh Tamiang (ibukota Karang Baru), Aceh Tengah (ibukota Takengon), Aceh Tenggara (ibukota Kotacane), Aceh Timur (ibukota Idi Rayeuk), Aceh Utara (ibukota Lhoksukon)), Bener Meriah (ibukota Simpang Tiga Redelong), Bireuen (ibukota Bireuen), Gayo Lues (ibukota Blang Kejeren), Nagan Raya (ibukota Suka Makmue), Pidie (ibukota Sigli), Pidie Jaya (ibukota Meureudu), Simeulue (ibukota Simeuleu) dan kota Banda Aceh, Lhokseumawe, Sabang, Subulussalam.

-598 12 Sumatera Utara

Mencakup kabupaten Angkola Sipirok (ibukota Sipirok), Asahan (ibukota  Kisaran), Batubara (ibukota Limapuluh), Dairi (ibukota Sidikalang), Deli Serdang (ibu kota Lubuk Pakam)  (ibukota Sei Rampah, Humbang Hasundutan (ibukota Dolok Sanggul), Karo (ibukota Kabanjahe), Labuhan Batu (ibukota Rantau Prapat), Labuhan Batu Selatan (ibukota Kota Pinang), Labuhan Batu Utara (ibukota Aek Kanopan) Langkat (ibukota Stabat), Mandailing Natal (ibukota Panyabungan), Nias (ibukota Gunung Sitoli), Nias Barat (ibukota Lahomi), Nias Selatan (ibu kota Teluk Dalam), Nias Utara (ibukota Lotu), Padang Lawas (ibukota Sibuhuan), Padang Lawas Utara (ibukota Gunung Tua) Pakpak Barat (ibukota Salak), Samosir (ibu kota Pangururan), Serdang Be(a)dagai (ibukota Sei Rampah), Simalungun (ibukota Raya), Tapanuli Selatan (ibukota Sipirok), Tapanuli Tengah (ibukota Pandan), Tapanuli Utara (ibukota Tarutung), Toba Samosir (ibu kota Balige), dan kota Binjai, Gunung Sitoli++, Medan, Padang Sidempuan, Pematang Siantar, Sibolga, Tanjung Balai dan  Tebing Tinggi.

-598 13 Sumatera Barat

Mencakup kabupaten Agam (ibukota Lubuk Basung), Dharmasraya (ibukota Pulau Punjung), Lima Puluh Kota (ibukota Sarilamak), Kepulauan Mentawai (ibukota Tuapejat), Padang Pariaman (ibukota Parit Malintang), Pasaman (ibukota Lubuk Sikaping), Pasaman Barat (ibukota Simpang Empat), Pesisir Selatan (ibukota Painan), Sawahlunto Sijunjung (ibukota Muaro Sijunjung), Solok, (ibukota Arosuka), Solok Selatan, (ibukota Padang Aro) dan kota Bukittinggi, Padang, Padangpanjang, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Solok.

-598 14 Riau

Mencakup kabupaten Bengkalis (ibukota Bengkalis), Indragiri Hilir (ibukota Tembilahan), Indragiri Hulu (ibukota Rengat), Kampar (ibukota Bangkinang),  Kuantan Singingi (ibukota Teluk Kuantan), Pelalawan (ibukota Pangkalan Kerinci), , Rokan Hulu (ibukota Pasirpangarayan), Rokan Hilir (ibukota Bagansiapiapi), Siak (ibukota Siak Sri Inderapura),  dan kota Dumai, Pekanbaru.

-598 144 Kepulauan Riau

Termasuk Anambas,  Batam, Bintan, Lingga (ibukota Daik), Natuna, Singkep (ibukota Dabo). Mencakup kabupaten Kepulauan Anambas (ibukota Tarempa), Bintan (ibukota Tanjung Pinang), Lingga (ibukota Daik), Karimun (ibukota Tanjung Balai Karimun), Natuna (ibukota Ranai) dan kota Tanjung Pinang dan Kota Batam.

-598 15 Jambi

Mencakup kabupaten Batang Hari (ibukota Muara Bulian), Bungo (ibukota Muara Bungo,) Kerinci (ibukota Sungai Penuh), Merangin (ibukota Bangko), Muaro Jambi (ibukota Sengeti), Sarolangun (ibukota Sarolangun), Tanjung Jabung Barat (ibukota Kuala Tungkal), Tanjung Jabung Timur (ibukota Muara Sabak), Tebo (ibukota Muara Tebo) dan kota Jambi, Kota Sungai Penuh.

-598 16 Sumatera Selatan

Mencakup kabupaten Banyuasin (ibukota Pangkalan Balai), Empat Lawang (ibukota Tebing Tinggi), Lahat, Muara  Enim, Musi Banyuasin (ibukota Sekayu), Musi Rawas (ibukota Muara Beliti Baru), Ogan Hilir (ibukota Indralaya), Ogan Komering Ilir (ibukota Kayu Agung), Ogan Komering Ulu (Ibukota Baturaja), Ogan Komering Ulu Timur (ibukota Martapura), Ogan Komering Ulu Selatan (ibukota Muara Dua) dan kota Lubuklinggau, Pagar Alam, Palembang, Prabumulih.

-598 164 Bangka Belitung

Mencakup kabupaten Bangka (ibukota Sungailiat), Bangka Barat (ibukota Muntok), Bangka Tengah (ibukota Koba), Bangka Selatan (ibukota Toboali), Belitung (ibukota Tanjungpandan), Belitung Timur  (ibukota Manggar) dan kota Pangkal Pinang.

-598 17 Bengkulu

Mencakup kabupaten Bengkulu Selatan (ibukota Manna), Bengkulu Tengah (ibukota Karang Tinggi) Bengkulu Utara (ibukota Arga Makmur), Kaur (ibukota Bintuhan), Kepahiang (ibukota Kepahiang), Lebong (ibukota Muara Aman),  Muko-Muko (ibukota Muko-muko), Rejang Lebong (ibukota Curup), Seluma (ibukota Tais)dan kota Bengkulu.

-598 18 Lampung

Mencakup kabupaten Lampung Barat (ibukota Liwa), Lampung Selatan (ibukota Kalianda), Lampung Tengah (ibukota Gunung Sugih), Lampung Timur (ibukota Sukadana), Mesuji (belum ada ibukota), Pesawan (ibukota Gedong Tataan), Pringsewu (ibukota belum ada) Tanggamus (ibukota Kota Agung), Tulang Bawang (ibukotaMenggala), Tulang Bawang Barat (ibukota Kecamatan Tulang Bawang Tengah), Way Kanan (ibukota Blambangan Umpu), dan kota Bandar Lampung, Metro.

-598 2 Jawa dan Madura
-598 22 Jakarta

Mencakup kabupaten Kepulauan Seribu

dan kota Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur,  Jakarta Utara.

-598 24 Jawa Barat

Mencakup kabupaten Bandung (ibukota Soreang), Bandung Barat (ibukota Ngamprah), Bekasi (ibukota Cikarang), Bogor (ibukota Cibinong),  Ciamis, Cianjur, Cirebon (ibukota Sumber), Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang, Sukabumi (ibukota Pelabuhan Ratu), Sumedang, Tasikmalaya (ibukota Singaparna) dan kota Bandung, Banjar, Bekasi, Bogor, Cimahi, Cirebon, Depok, Sukabumi, Tasikmalaya.

-598 242 Banten

Mencakup kabupaten Lebak (ibukota Rangkasbitung), Pandeglang (ibukota Pandeglang), Serang (ibukota Baros), Tangerang (ibukota Tigaraksa), Tangerang Selatan (ibukota Ciputat),  dan kota Cilegon, Serang,  Tangerang.

-598 26 Jawa Tengah

Mencakup kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan (ibukota Purwodadi), Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal. Klaten, Kudus, Magelang (ibukota Mungkid), Pati, Pekalongan (ibukota Kajen), Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Semarang (ibukota Ungaran), Sragen, Sukahorjo, Tegal (ibukota Slawi), Temanggung, Wonogiri, Wonosobo dan kota Magelang, Surakarta, Salatiga, Semarang, Pekalongan, Tegal.

-598 27 Yogyakarta

Meliputi kabupaten Bantul (ibu kota Bantul), Gunung Kidul (ibukota Wonosari), Kulon Progo (ibukota Wates), Sleman (ibu kota Beran), dan kota Yogyakarta.

-598 28

Jawa Timur

Termasuk Madura. Meliputi kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar (ibu kota Wlingi), Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri (ibukota Kediri), Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang (ibukota Kepanjen), Mojokerto (ibukota Mojosari), Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan (ibukota Pasuruan), Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, Tulungagung dan kota Batu, Blitar, Kediri, Madiun, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Surabaya.

-598 3 Kalimantan

Masukkan di sini Borneo

-598 32 Kalimantan Barat

Mencakup kabupaten Bengkayang

(ibukota Bengkayang), Kapuas Hulu (ibukota Putussibau), Kayong Utara (ibukota Sukadana),  Ketapang (ibukota Ketapang), Kubu Raya (ibukota Sungai Raya),  Landak, (ibukota Ngabang),  Melawi (ibukota Nanga  Pinoh), Pontianak (ibukota Mempawah), Sambas (ibukota Sambas), Sanggau (ibukota Sanggau), Sekadau (ibukota  Sekadau), Sintang (ibukota Sintang) dan kota Pontianak, Singkawang.

-598 34 Kalimantan Tengah

Mencakup Kabupaten Barito Selatan (ibukota Buntok), Barito Timur (ibukota Tamiang Layang), Barito Utara, (Ibukota Muara Teweh), Gunung Mas (ibukota Kuala Kurun), Kapuas (ibukota Kuala Kapuas), Katingan (ibukota Kasongan), Kotawaringin Barat (ibukota Pangkalan Bun), Kotawaringin Timur (ibukota Sampit), Lamandau (ibukota Nanga Bulik), Murung Raya (ibukota Puruk Cahu), Pulang Pisau, Sukamara, Seruyan (ibukota Kualapembuang) dan kota Palangka Raya

-598 36 Kalimantan Selatan

Mencakup kabupaten Balangan (ibukota Paringin), Banjar (ibukota Martapura), Barito Kuala (ibukota Marabahan), Hulu Sungai Selatan (ibukota Kandangan), Hulu Sungai Tengah (ibukota Barabai), Hulu Sungai Utara (ibukota Amuntai), Kotabaru, Tabalong (ibukota Tanjung), Tanah Bumbu (ibukota Batulicin), Tanah Laut (ibukota Pleihari) Tapin (ibukota Rantau), dan kota Banjarbaru, Banjarmasin.

-598 38 Kalimantan Timur

Mencakup kabupaten Berau (ibukota Tanjungredeb) Bulungan (ibukota Tanjung Selor), Kutai Barat (ibukota Sendawan), Kutai Kartanegara (ibukota Tenggarong), Kutai Timur (ibukota Sangatta), Malinau (ibukota Malinau), Nunukan (ibukota Nunukan), Pasir (ibukota Grogol), Penajam Paser Utara, (ibukota Penajam), Tana Tidung (ibukota Tideng Pale), dan kota Balikpapan, Bontang, Samarinda, Tarakan.

-598 4 Sulawesi

Nama lain ialah Celebes

-598 42 Sulawesi Utara

Mencakup kabupaten Bolang Mongondow (ibukota Lolak), Bolang Mongondow Selatan (ibukota Pinolosian),  Bolang Mongondow Timur (ibukota Tutuyan), Bolang Mongondow Utara (ibukota Buroko),   Minahasa  (ibukota Tomohon), Minahasa Selatan (ibukota Amurang), Minahasa Tenggara (ibukota Ratahan),  Minahasa Utara (ibukota Airmadidi),  Sangihe (ibukota Tahuna),  Sitaro (Sitaro merupakan kepanjangan  Siau Tagolandang Biaro),  Talaud (ibukota Melonguane), dan kota Bitung,  Kotamobagu, Manado, Tomohon.

-598 424 Gorontalo

Mencakup kabupaten Boalemo (ibukota  Tilamuta), Bone Bolango, (ibukota Suwawa), Gorontalo (ibukota Limboto), Gorontalo Utara (ibukota Anggrek), Pohuwato  (ibukota Marisa) dan kota Gorontalo.

-598 44 Sulawesi Tengah

Mencakup kabupaten Banggai (ibukota  Luwuk), Banggai  Kepulauan (ibukota Salakan), Buol (ibukota Buol), Donggala (ibukota Banawa), Morowali (ibukota Bungku), Parigi Moutong (ibukota Parigi), Poso (masih beribukota di Kota Poso), Sigi (ibukota Bora),  Tojo Una-Una (ibukota Ampana), Toli-Toli (ibukota Tolitoli) dan kota Palu.

-598 46 Sulawesi Selatan

Mencakup  kabupaten Bantaeng (ibukota Bantaeng), Barru, Bone (ibukota Watampone), Bulukuma, Enrekang, Gowa (ibukota Sungguminasa), Jeneponto, Luwu (ibukota Palopo), Luwu Timur (ibukota Malili), Luwu Utara (ibukota Masamba), Maros (ibukota Maros),  Pangkajene Kepulauan (ibukota Pangkajene), Pinrang (ibukota Pinrang), Selayar (ibukota Bantaeng), Sinjai, Sidenreng Rappang (ibukota Sidenreng), Soppeng (ibukota Watansoppeng), Takalar (ibukota Takalar), Tana Toraja (ibukota Makale) , Wajo  (ibukota Sengkang)dan kota Makassar, Palopo, Pare-Pare.

-598 464 Sulawesi Barat

Mencakup kabupaten Majene (ibukota Kota Majene), Mamasa (ibukota Mamasa), Mamuju (ibukota Mamuju), Mamuju Utara (ibukota Pasangkayu), Polewali Mandar (ibukota Polewali).

-598 49 Sulawesi Tenggara

Mencakup kabupaten Bombana (ibukota  Rumbia), Buton (ibukota Pasar Wajo), Buton Utara (ibukota Buranga), Kolaka (ibukota Kolaka),  Kolaka Utara (ibukota Lasusua), Konawe (ibukota Unaaha), Konawe Selatan (ibukota Andoolo),  Muna (ibukota Raha), Wakatobi (ibukota Wangi-wangi), dan kota Bau-Bau, Kendari.

-598 5 Maluku (Provinsi Maluku dan Maluku Tenggara).
-59854 Provinsi Maluku

Termasuk Ambon, pulau Wetar Mencakup  kabupaten Buru, (ibukota Namlea), Buru Selatan (ibukota Namrole), Kepulauan Aru (ibukota Dobo), Maluku Barat Daya (ibukota Tiakur), Maluku  Tengah (ibukota Masohi), Maluku Tenggara (ibukota Tual), Maluku Tenggara Barat (ibukota Saumlaki), Seram Bagian Barat (ibukota Piru), Seram Bagian Timur (ibukota Bula), dan kota Ambon, Tual.

-598 56 Maluku Utara

Termasuk Halmahera, Morotai Mencakup  kabupaten Halmahera Barat (ibukota Jailolo), Halmahera  Selatan (ibukota Labuha), Halmahera Tengah (ibukota Weda), Halmahera Timur (ibukota Maba), Halmahera Utara (ibukota Tobelo), Kepulauan Sula (ibukota Sanana), Pulau Morotai (ibukota Morotai Selatan)++,  dan kota Ternate, Tidore.

-598 6 Kepulauan Sunda Kecil

Mencakup Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, Rote, Timor dan kepulauan sekitarnya.

-598 62 Bali

Mencakup kabupaten Badung (ibukota  Mengwi), Bangli, Buleleng (ibukota Singaraja), Gianyar, Jembrana (ibukota Negara), Karangasem (ibukota Amlapura), Klungkung, Tabanan dan kota Denpasar.

-598 65 Nusa Tenggara Barat

Mencakup Lombok, Sumbawa serta pulau sekitarnya. Mencakup kabupaten Bima (ibukota Raba), Dompu, (ibukota Dompu), Lombok Barat (ibukota Gerung), Lombok Tengah (ibukota Praya), Lombok Timur (ibukota Selong), Lombok Utara ibukota Tanjung), Sumbawa (ibukota Sumbawa Besar), Sumbawa Barat (ibukota Taliwang)dan kota Mataram, Bima.

-598 68 Nusa Tenggara Timur

Termasuk Flores, Sumba, Rote, Timor  Barat serta pulau sekitarnya Mencakup Kabupaten Alor (ibukota Kalabahi), Belu (ibukota Atambua), Ende (ibukota Ende), Flores Timur (ibukota Larantuka), Kupang (ibukota Kupang), Lembata (ibukota Lewoleba), Manggarai (ibukota Ruteng), Manggarai Barat (ibukota Labuan Bajo),  Manggarai Timur (ibukota Borong), Nagekeo, (ibukota Mbay), Ngada (ibukota Bajawa), Rote Ndao (ibukota Baa), Sabu Raijua (ibukota Sabu Barat), Sikka (ibukota Maumere), Sumba Barat (ibukota Waikabukak), Sumba Timur (ibukota Waingapu), Sumba Tengah (ibukota Waibakul), Sumba Barat Daya (ibukota Tambolaka), Timor Tengah Selatan  (ibukota Soe), Timor Tengah Utara (ibukota Kefamenanu) dan kota Kupang.

-598 7 Timor Leste
Khusus untuk Papua disajikan berikut ini :
-951 Papua.

Nama semula Irian Jaya Mencakup kabupaten Asmat (ibukota Agats), Biak Numfor (ibukota Biak), Boven Digoel (ibukota Tanah Merah), Dogiyai (ibukota Kigamani), Intan Jaya ( ibukota  Sugapa), Jayapura (ibukota Sentani), Jayawijaya (ibukota Wamena), Keerom (ibukoya Waris), Lanny Jaya (ibukota Tiom), Mamberamo Tengah (ibukota Konagma), Mamberamo Raya [dulu disebut Mamberamo Utara, ibukota Burmeso], Mappi (ibukotaKeppi), Merauke (ibukota Merauke), Mimika (ibukota Timika), Nabire (ibukota Nabire), Nduga (ibukota Kenyam), Paniai (ibukota Enarotali), Pegunungan Bintang (ibu kota Oksibil), Puncak (ibukota Ilaga),  Puncak Jaya [ibukota Kotaulia) Sarmi (ibukota Sarmi), Suopiori (ibukota Sorindiweri), Tolikara (ibukota Karubaag), Waropen (ibukota Botawa), Yahukimo(ibukota Sumohai merupakan gabungan nama Yati, Hubla, Kimyal, Momunu)  Yalimo (ibukota Elelim), Yapen Waropen (ibukota Serui), dan kota Jayapura.

-951 2 Papua Barat

Termasuk Kepala Burung Mencakup kabupaten Fak-fak (ibukota fak-fak), Kaimana (ibukota Kaimana),Manokwari (ibukota Manokwari), Maybrat (ibukota Kumurke), Raja Ampat (ibukota Waisai), Sorong (ibukota Sorong), Sorong Selatan (ibukota Teminabuan), Kabupaten  Tambrauw (ibukota Fef) Teluk Bintuni (ibukota Bintuni), Teluk Wondama  (ibukota Rasiei)dan kota Sorong.

-953 Papua New Guinea

Kawasan New Guinea. Papua Nugini. Bekas New Guinea Jerman, bekas teritori New Guinea.

 

Khusus untuk Papua diberikan notasi tersendiri karena OCLC menolak permintaan Indoensia agar notasi Papua dijadikan satu dengan alasan sebagai bagian dari Negara kesatuan Republik Indonesia.

Perluasan lebih lanjut

Notasi di atas hanya memberikan urutan kabupaten& kota, belum sampai ke notasi masing-masing kabupaten/kota. Bila hal itu akan dilakukan maka perluasan hendaknya memperhatikan poisisi kabupaten/kota, misalnya diurut dari Lintang Utara menuju Lintang selatan, dari bujur Timur  derajat rendah terkecil menuju Bujur Timur  pada drajat yang lebih besar. Usulan di atas merupakan pengurutan nama kabupaten/kota per abjad, tidak memperhitungkan posisi geografis.

Perluasan sampai tingkat kecamatan

Perpusnas telah memiliki notasi kabupaten/kota hingga kecamatan namun penentuan notasi kurang memperhatikan sebaran geografi. Contoh :

 -598 141 2       Kabupaten Indragiri Hulu

-598 141 3       Kabupaten Bengkalis

-588 141 4       Kabupaten Indragiri Hilir

-598 122 5       Kabupaten Nias Selatan

Seharusnya notasi Indragiri Hulu tidak berjauahn dari Indragiri Hilir, bahkan bila katakanlah Indragiri Hulu merupakan pemekaran dari Indragiri Hilir, maka notasinya hendaknya berbasis dari notasi wilayah lama. Sesuai rencana, Badan Pusat Statistik akan melakukan survei nasional termasuk juga pencatatan kecamatan pada tahun 2010. Diharapkan dari survei dapat dihasilkan data kecamatan yang apat diandalkan sesuai data pemekaran daerah.

Penutup

Notasi geografis Indonesia sudah ada sejak DDC edisi 15. Notasi tersebut diperbaharui pada edisi-edisi  berikutnya. Di sampng edisi DDC, Dewey Editorial Office, Library of Congress juga menerbitkan New & Changed Entries yang dimuat di situsnya. Menyangkut Indonesia, perubahan untuk notasi Indonesia dilakukan pada bulan Agustus 2006. Walaupun sudah satu tahun, belum ada tanggapan dari pihak Perpustakaan Nasional RI yang mewakili Indonesia menyangkut perubahan notasi. Maka diharapkan pustakawan Indonesia memberikan masukan pada Dewey Editorial Office agar tambahan dan perubahan entri yang berkaitan dengan Indonesia sesuai dengan kebutuhan dan sudut pandang Indonesia. Adanya notasi yang sesuai dengan pandangan Indonesia diharapkan mampu memperluas pengertian tentang Indonesia dari kalangan pustakawan dan pemakai perpustakaan di luar Indonesia. Dari notasi provinsi yang sedikit berubah ke notasi provinsi dalam jumlah banyak dapat menimbulkan rasa tahu pemakai mengapa terjadi perubahan di samping juga mungkin ada keluhan karena adanya notasi yang panjang.

Bibliografi

Atlas : Indonesia dan semesta dunia. 2002. Jakarta: Djambatan.

Daftar Kabupaten dan Kota Indonesia. 2007. Wikipedia http://id.wikpedia.org/wiki/Daftar_Kabupaten _dan_Kota_ Indonesia. Akses  10 Januari 2010

Dewey, Melvil. 1951. Dewey decimal classification & relative index. Standard 15th ed. Lake Placid Club, NY: Forest Press.

——. 1958. Dewey decimal classification and relative index. 16th ed. Lake Placid Club, NY: Forest Pres.

……. . 1965. Dewey decimal classification and relative index. 17th ed. Lake Placid Club, NY: Forest Press.

……. . 1971. Dewey decimal classification and relative index Lake Placid Club, NY: Forest Press.

……. . 1979. Dewey decimal classification and relative index. Ed 19 /dited under the direction of Benjamin A. Custer.  Albany ,NY: Forest Press.

…….. 1989. Dewey decimal classification and relative index. Ed. 20/edited by John P. Comaromi et al. Albany,NY: OCLC Online Computer Library Center.

———. 1989. Dewey Decimal Classification and relative index/ devised by Melvil Dewey. Ed 21. Albany, NY: Forest Press.

——–. 2003. Dewey Decimal Classification and relative index/ devised by Melvil Dewey. Ed. 22/ edited by Joan S. Mitchell, Julianne Beal, Giles Martin, Winto E. Mathhews,Jr., Gregory R. New.  Dublin,OH: OCLC Online omputer Library Center.

Mitchell, Joan S. to Lucya Dhamayanti, October 8, 2008. Comments on the geographic provisions for Indonesia.

Mitchell, Joan S to Sulistyo Basuki/ October 8. 2008/ New & Changed Entries http://www.oclc.org/dewey/updates/new/default.htm. Diunduh  (downloaded) 11 September 2009.

Sulistyo-Basuki. 2007. Greater subject access to Dewey Decimal Classification’s notation, with special reference to  Indonesia’s geography, period and language notations. Makalah, IFLA Conference, sesi 157.

Sulistyo-Basuki. 1994. Periodisasi perpustakaan Indonesia. Bandung: Remadja Rosdakarya.


1 Comment

  1. Tri Handayani says:

    Saya tambah penasaran untuk diskusi dengan Bapak. Wait for me nggih, Pak Sulis. Insyaallah we will meet soon.

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Author

%d bloggers like this: