Sulistyo-Basuki's Blog

Home » Artikel Ilmiah » Pertumbuhan dan Perkembangan Majalah Pertanian di Indonesia antara Tahun 1820-9142

Pertumbuhan dan Perkembangan Majalah Pertanian di Indonesia antara Tahun 1820-9142

Pengantar

Karya ini merupakan sebuah penelitian historis atas berbagai majalah pertanian yang pernah diterbitkan di Indonesia (waktu itu lazim disebut Hidia Belanda) sebelum tahun 1942. Karya ini berusaha melukiskan evolusi pertumbuhan pertanian sebagaimana nampak pada berbagai majalah pertanian serta pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu dan masyarakat.

Majalah dipilih sebagai objek penelitian, karena pada lazimnya majalah mencerminkan ide kontemporer dan karenanya mampu memberikan nilai historis yang penting. Dalam dunia Dokumentasi, majalah sering dianggap sebagai saingan berat bagi buku dalam masalah penyebaran ide; walaupun demikian majalah tidak dapat menggantikan peran buku.

Priode pra 1942 dipilih karena periode itu merupakan masa berkuasanya pemerintah Hindia Belanda hingga saat ditumbangkan kekuasaannya oleh tentara Jepang. Pada tahun-tahun permulaan dari kehidupan majalah di Indonesia, majalah yang terbit seringkali merupakan cetak ulang, terjemahan maupun imitasi dari majalah terbitan Belanda ataupun negara Eropa lainnya. Sebagai contoh, majalah ke 4 yang terbit di Indonesia, yaitu De Kopiist terbitan tahun 1841 menyatakan isinya sebagai berikut :

  1. Vertalingen, enz., de beste stukken uit de nieuwste priodiek werken uit Europa.
  2. Bewerkte overzigten der jongste tijdingen van alle wereldeelen.
  3. Oorsproklijke bijdragen uit Indie1

Isi yang ke 3 ialah sumbangan yang bersumber dari Hindia ini, kelak merupakan faktor utama dalam objek penelitian yang hasilnya dimuat dalam berbagai majalah merupakan salah satu faktor penyebab lahirnya majalah di Indonesia. Hal yang sama juga terdapat pada tiga majalah lainnya yang diterbitkan sebelum tahun 18412.

Secara umum majalah yang berisi artikel tentang Indonesia terbitan pra 1942 dapat digolongkan atas 4 kelompok3, yaitu :

  1. Majalah yang diterbitkan di Indonesia.
  2. Majalah yang diterbitkan di Belanda, namun isisnya khusus tentang Indonesia.
  3.  Majalah yang dari ke waktu berisi artikel tentang daerah kolonial (maksudnya Hindia Belanda).
  4. Majalah zending yang diterbitkan di Belanda dan juga di Indonessia.

Penelitian Sebelumnya

Beberapa penelitian singkat tentang keadaan majalah ilmiah di zaman Hindia Belanda pernah dilakukan oleh Budiwidjaja4 dan Lily Roesma5, sedangkan daftar majalah yang terbit di Indonesia dilakukan oleh Hooykaas6, Hartman7, Muller8, van der Chijs9, Ockeloen10 di samping majalah terbitan sesudah 1945 seperti yang terdapat dalam Bibliografi Majalah Indonesia11, South East Asia Catalog12, karya Ivonne Thung13 dan beberapa karya lainnya14.

Hingga kini Perpustakaan Museum belum pernah menyusun majalah terbitan zaman Hindia Belanda, walaupun sebelumnya pernah diterbitkan De catalogie der Bibliotheek van het Koninklijk Instituut voor de Tall-, Land- en Volkenkunde van Ned Indie en het Indisch Genootschap15. Hingga kini yang pernah diterbitkan secara lengkap ialah Katalogus Surat Kabar16.

Metode

Untuk mendapatkan judul majalah pertanian terbitan Indonesia sebelum tahun 1942, diperiksa beberapa daftar seperti Bibliografi majalah Indonesia yang disusun oleh Bibliotheca Bogoriensis dan Tijdschriften in Nederlandsch Indie opgericht dari Encyclopedie van Nederlandsch Indie dengan dicocokkan beberapa kepustakaan lainnya. Kesemuanya menghasilkan 154 judul yang disusun secara kronologis (lihat lampiran).

Bilamana mungkin, beberapa judul yang dianggap penting diperiksa secara pribadi oleh penulis dengan menggunakan koleksi Perpustakaan Museum Pusat. Bilamana tidak terdapat dalam koleksi Museum Pusat, maka digunakan Bibliografi majalah yang disusun dan diterbitkan oleh Bibliotheca Bogoriensis. Pemilihan pada karya Bibliotheca Bogoriensis dilakukan atas dasar bahwa perpustakaan tertua dan terlengkap dalam bidang pertanian sehingga ditunjukkan sebagai Pusat Dokumentasi Bidang Pertanian.

Bilamana terdapat berbagai keterangan yang saling bertentangan, maka penelitian dilakukan atas dasar otoritas berbagai literatur sekunder. Dalam hubungan ini perlu diberi batasan tentang penerbitan berseri dan majalah. Terbitan berseri adalah suatu publikasi yang diterbitkan dalam bagian yang berturut-turut dengan menggunakan nomor urut dan atau kronologis serta dimaksudkan untuk terbit dalam waktu yang tidak ditentukan17. Majalah merupakan bagian dari terbitan artinya surat berkala, mingguan atau bulanan18.

Latar Belakang Penelitian

Hingga saat ini bidang pertanian menduduki tempat penting dalam terbitan majalah, di samping bidang teknologi dan kedokteran. Dapat dikatakan setiap negara pasti mengenal terbitan bidang pertanian; baik berupa majalah buletin pusat penelitian, warta untuk petani maupun laporan resmi dari badan lokal dan nasional.

Pertanian di Indonesia dapat dikatakan telah berusia ribuan tahun, namun demikian usia majalah pertanian belumlah mencapai 200 tahun. Sungguhpun demikian, menjelang tahun 1942, laju pertumbuhan majalah pertanian lebih pesat dibandingkan dengan laju pertumbuhan majalah bidang lain.

Majalah pertanian yang diterbitkan sebelum tahun 1942 berasal dari penelitian yang dikembangkan oleh kebun percobaan, pusat penelitian milik swasta maupun pemerintah, organisasi swasta maupun usaha lainnya; semuanya mendapat dorongan dari pemerintah Hindia Belanda untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup guna menunjang perkembangan tanaman ekspor, kebutuhan ilmu pengetahuan dan rasa ingin tahu yang mendalam diantara para ilmuwan.

Pada awal mulanya, ilmuwan yang ingin menulis suatu artikel tentang pertanian harus mengirimkan naskahnya ke salah satu majalah yang terbit di negeri Belanda. Hal ini dirasakan sebagai suatu hambatan, baik waktu maupun tenaga, sehingga diputuskan untuk menerbitkan majalah ilmiah di Indonesia.

Pola ini menyebabkan adanya majalah ilmiah yang khusus diterbitkan dengan isi tentang Indonesia maupun majalah ilmiah yang diterbitkan di negeri Belanda dan Indonesia sekaligus. Hal di atas merupakan salah satu faktor pendorong kelahiran majalah ilmiah di Indonesia.

 

Majalah Pertanian di Indonesia

Majalah pertanian yang pertama kali terbit di Indonesia bukannya dicetak dalam bahasa Belanda, melainkan dalam bahasa Inggris! Hal ini tak dapat dihindarkan dari perkembangan sejarah Indonesia. Berdasarkan konvensi London, maka bekas jajahan East Indian Company harus diserahkan kepada Pemerintah Hindia Belanda kecuali beberapa daerah diantaranya Bengkulu. Disini berkuasa East Indian Company yang mengirimkan petugasnya dalam berbagai ekspedisi ke kawasan Sumatera Selatan.

Hasil ekspedisi tersebut dimuat dalam Proceeding of theAgricultural Society. Keterangan tentang majalah ini tercantum dalam nomor perdana yang mengatakan sebagai “a periodical work printed in Sumatera, which may serve as a repository for occasional notices and observations on the Eastern Island, tujuannya dikatakan sebagai berikut: “the object has rather been to exite free communication without particular attention to arrangement or direction than to invite papers of a higher and more elaborate description to which the work itself has no pretention.” Majalah ini dicetak oleh Baptist Mission Press di Bencoolen [sic] pada tahun 1821. Majalah ini terbit sampai nomor 11 serta hanya dimiliki oleh Perpustakaan Museum Pusat.

Selang 34 tahun kemudian barulah muncul majalah pertanian dalam bahasa Belanda, sekaligus majalah pertanian yang kedua. Majalah tersebut ialah Tijdschrift voor Nijverheid en Landbouw. Majalah ini diterbitkan oleh Nederlandsch Indie Maatschappij van Nijverhedi dicetak oleh Lange & Co.

Ketika pertama kali terbit, redaksi dipegang oleh P. Bleeker dengan frekuensi bulanan. Sejak deel 7 (1861) redaksi dipegang oleh C. F. de Bruijn Kops, judul berubah menjadi Tijdschrift voor Nijverheid en Landbouw in Nederlandsch Indie ; istilah uitgegeven dihilangkan lagi selama penerbitan deel 84 s.d. 93. Nomor terakhir tercatat pada deel 94 bulan Januari/Februari 1917 semasa redaksi dipegang oleh W. J. van den Leemkolk.

Indeks majalah ini diterbitkan dalam bentuk  Een algemeen register disusun oelh H. L. Janssen sebagai lampiran edisi 1866. Indeks lainnya ialah Een klapper op het tijdschrift van 1854-1904 diterbitkan oleh Fa van Dorp & Co di Batavia pada tahun 1904. Indeks tersebut merupakan salah satu indeks dini yang sederhana dalam sejarah perindeksan di Indonesia.

Dalam jangka waktu itu perlu pula disebutkan pembentukan Bibliotheca Bogoriensis yang kelak berkembang sebagai perpustakaan di bidang pertanian yang terbesar di Indonesia. Perpustakaan ini didirikan pada tahun 1842 dengan koleksi inti sebanyak 25 buku milik Hasskarl yang dibeli dari J. Pierrot pada bulan Mei 184220. Koleksi ini natinya ditambah dengan koleksi pribadi Hasskarl ketika ia kembali ke negaranya. Kini Bibliotheca Bogoriensis menyimpan sebagian besar majalah pertanian terbitan pra 1942.

Kalau periode 1850-1859 hanya diisi oleh satu majalah, maka periode 1860-1869 ditandai dengan terbitnya banyak majalah baru. Yang pertama ialah Maandblad der Maatschappij van Landbouw in Soerakarta. Menurut van der Chijs. Majalah ini diterbitkan oleh De Groot, Kolff & Co di Semarang pada tahun 186721. Namun hanya terbit selama satu tahun dibawah pimpinan F. A. Enklaar van Guericke. Nama penyunting ini nantinya akan muncul lagi dalam berbagai majalah pertanian Indonesia. Ia kemudian menjadi redaksi Tijdschrift van het Indisch Landbouw Genootschap  sebuah majalah bulanan terbitan Firma G. C. T. Van Dorp di Semarang pada tahun 1871.

Majalah tersebut dipandang sebagai majalah pertanian yang memiliki otoritas tinggi dalam bidangnya. Isinya menekankan masalah pertanian di Pulau Jawa. Namun hanya bertahan sampai tahun ke-14. Kemudian berhenti terbit pada tahun 1884. Dasawarsa ini ditandai pula dengan terbitnya majalah Botani hasil karya Kebun Raya Bogor yang berjudul Annales du Jardin botanique de Buitenzorg.

Majalah tersebut terbit tahun 1876 dalam tiga bahasa (Belanda, Inggris, Prancis) dipimpin oleh R. H. C. C. Scheffer diedarkan oleh Fa H. M. Van Dorp & Co di Batavia. Nomor berikutnya muncul pada tahun 1881 di bawah redaksi Treub yang juga menjabat sebagai Direktur Islands Plantentuin. Jabatan redaksi kemudian diambil alih oleh J. C. Koningsberger dan Ch. Bernard. Mulai jilid 30 dipegang oelh Q. Docters van Leeuwen dan Ch. Bernard. Judul di atas tetap dipertahankan hingga tahun 1940, kemudian selama masa pendudukan Jepang menjadi Sykubutuiko. Periode 1949-1950 terbit dengan judul Annals of the Botanic Garden untuk kemudian diubah lagi menjadi Annales Bogoriensis hingga sekarang.

Pada tahun 1870 berakhirlah Tanam Paksa di Indonesia. Sitem ini membawa akibat abaik maupun buruk bagi rakyat Indonesia. Segi buruknya sudah banyak dikemukakan di dalam buku sejarah. Segi baiknya, dalam hubungannya dengan objek studi majalah pertanian, ialah pengenalan berbagai tanaman ekspor.

Periode selanjutnya merupakan periode Politik Liberal. Awal periode ini tidak mendorong pertumbuhan majalah ilmiah bidang pertanian. Pertanyaan berbagai pihak lebih banyak ditujukan kepada pembukaan perkebunan secara besar-besaran.

Setelah beberapa lama melakukan eksploitasi maka dialami berbagai kesulitan seperti metode penanaman, penanggulangan penyakit tanaman, pencarian bibit unggul, ini semua mendorong banyak perkebunan untuk mendirikan stasiun percobaan. Stasiun percobaan ini bertugas melakukan penelitian atas segala aspek tanaman ekspor. Kesadaran akan perlunya kebun percobaan yang melakukan kegiatan dan pengembangan semakin besar pada dasawarsa 1880-an.

Hasil penelitian mereka dimuat dalam berbagai publikasi sehingga hal ini mendorong terbitnya banyak majalah ilmiah. Lebih-lebih lagi majalah tentang tanaman ekspor seperti teh, kina kopi, gula, tembakau. Contoh pertama dapat disebutkan Verslag omtrent Island Kina en Thee bedrijf te Tjinjinroean (pengalengan) yang mengkhususkan diri dalam bidang kina dan teh. Berikutnya Tijdschrift voor Land en Tuinbow en Boschkultuur in Nederlandsch oost Indie oleh Mededeelingen vanhet Proefstation Oost Java dari Surabaya yang mulai terbit pada tahun 1887.

Mulai dasawarsa tersebut penerbitan majalah tidak hanya terbatas pada Kota Buitenzorg (kini Bogor) dan Batavia (kini Jakarta) melainkan mulai meluas ke kota lain seperti Semarang, Surabaya, Medan. Pada akhir dasawarsa ini mulai muncul terbitan berseri berupa notulen seperti Notulen van da Algemeen Vargadering van de Soekaboemische Rubberplanters Vereeniging. Lazimnya notulen demikian memiliki frekuensi tidak berkala.

Majalah khusus tentang pertebuan mulai muncul menjelang abad ke-20, walaupun sebelum itu telah terjadi penggabungan beberapa majalah yang mengkhususkan diri dalam bidang lain ataupun mengarah ke masalah tebu. Dapat disebutkan Archief voor Suikerindustrie in Nederlandsch Indie, mandbulletin voor Suikerfabrikanten. Majalah yang disebut lebih belakang itu dipimpin oleh Thierry Boom, diterbitkan oleh Fa H. Van Ingen di Surabaya. Pada tahun ke 3, judul berubah menjadi Thierry Boom’s Maandbulletin voor Suikerfabrikanten. Dari judul baru itu terbit tiga nomor antara bulan Juli – Desember 1882 untuk kemudian “mati.”

Majalah lainnya tentang tebu ialah Mededeelingen van het Proefstation voor Suikerriet in West Java “Kagok”, Archief voor java Suiker industrie, Archief voor de Suikerindustrie in Nederlandsch Indie. Untuk tanaman Kina, kecuali yang pernah disebutkan di depan tadi ialah Archief voor de Kina Kultuur diterbitkan oleh Bandoengsche Landbouw Vereeniging, diasuh oleh J. Fabricius sejak tahun 1898 dengan frekuensi bulanan.

Untuk tanaman kopi dapat disebutkan De Koffie Gids dengan judul tambahan “Tijdschrift Gewijd aan de Belangen van de Koffie Kultuur, Bereiding en Handel” merupakan organ dari Algemeen Koffie Syndicaat in Nederlandsch Indie di bawah Redaksi J.C.C.W van Nooten. Majalah dua tahun ini (1899/1900 – 1900/1901) berubah menjadi De Nieuwe Gids, sebagai organ dari Algmeen Syndicaat voor Koffiecultuur en Andere Bergcultures in Nederlandsch Indie. Pada tahun ke-5 (1903/1904) berubah menjadi De Cultuurgids merupakan organ dari Algemeen Proefstation. Keadaan ini berlangsung sampai tahun penerbitan ke-7 (1905/1906).

Pada tahun ke-10, berubah lagi menjadi Cultuurgids dengan judul tambahan “Landbouwkundig Tidjschrift voor Alle Tropische Berg –en Laagland Cultures.” Di dalamnya tidka termasuk artikel tentang tebu! Cultuurgids merupakan organ Algemeen Proefstation op Java, di bwah redaksi Dan de Lange Jr., A.J. Ultee dan Th. Wurth. Sejak tahun 1908 terbit dua kali setahun, namun keadaan ini hanya berlangsung hingga tahun penerbitan yang ke-13.

Awal abad ke-20 ditandai dengan munculnya majalah Indische Natuur di Surabaya, sebiuah majalah khusus tentang pengetahuan alam serta lampiran (bijlage) dari Archief voor Java Suikerindustrie. Diterbitkan oleh Firma H. Van Ingen dari Surabaya pada tahiun 1900, majalah ini dipimpin oleh Z. Kamerling dan L. Zehntner. Majalah ini hanya berumur satu tahun, kemudian meleburkan diri pada Koffiegids. Pada awal abad ini pula, tampil lagi ke depan setelah beberapa alam menghilang, nama F.A. Enklaar van Guericke sebagai redaksi Archief voor den Landbouw in Insulinde. Sebelumnya ia menjabat redaksi pada majalah Tijdschrift van het Indisch Landbouw Genootschap. Nomor pertama terbit pada bulan Agustus 1901 dengan frekuensi dua mingguan, namun pada deel 2 no. 21 1903 bangkrut.

Tahun 1904 terbit Majalah Indisch Landbouw Courant. Sebelumnya ada pula majalah yang terbit dengan judul sama. Majalah tersebut berjudul Indisch Landbouw Courant terbit pertama kali tahun 1897 dengan redaksi F.A Enklaar van Guericke frekuensi bulanan. Namun pada bulan Nopember 1898 sudah berhenti terbit. Majalah yang berjudul sama terbit tahun 1904, namun tidak ada hubungannya dengan majalah sebelumnya, juga dipimpin oleh F.A. Enklaar van Guericke. Terbit pertama kali pada januari 1904 dalam bentuk koran, sedangkan tata letaknya mirip sekali dengan Archief voor Landbouw in Insulinde. Majalah ini tak berumur panjang, karena pada penerbitan no. 50 tanggal 10 Desember 1908 menghentikan kegiatannya karena “tegenvolde van laagdurig lichame lijk lijden.”22

Di bidang kebun percobaan, dapat disebutkan kebun percobaan Deli yang menerbitkan Mededeelingen van het Deli Proefstation te Medan. Peublikasi tersebut dikeluarkan oleh Laboratorium voor Onderzoekingen over het Tabak (Proefstation voor Del Tabak) pada bulan Oktober 1906 di bawah redaksi J.G.C. Vriens.

Pemerintah Hindia Belanda juga menerbitkan sebuah majalah pada dasawarsa ini dengan judul Mededeelingen Uitgaande van het Department van Landbouw antara tahun 1905 – 1908, kalau tadi selalulu dibicarakan tanaman ekspor, maka kini akan dibicarakan jenis tanaman lain ialah kayu jati. Khusus untuk kehutanan ditebitkan Majalah Tectona pada tahun 1908.

Penerbitan tersebut merupakan realisasi keputusan Kongres Ambtenaren bij het Boschwezen in Nederlandsch Indie yang dilangsungkan pada bulan Maret 1908 di Jogja. Tectona mula-mula terbit sebagai dua bulanan di bawah redaksi K.S. van Braam, kemudian H. ten Oever. Frekuensi bulanan dimulai sejak Januari 1911. Ada kalanya diterbitkan nomor ekstra misalnya tentang eksploitasi kayu jati.

Khusus bagi Bumiputera diterbitkan Boeknopte gegevens over cultuurgewassen, hunne behandeling en ziekten pada tahun 1907. Isinya tentang teknik perawatan tanaman, penyakit tanaman, pengenalan jenis penyakit serta cara penanggulangannnya. Majalah ini dimaksudkan untuk keperluan golongan bumiputera, namun tidak semua orang mengerti bahasa Belanda, lebih-lebih para petani! Majalah tersebut tidak berumur panjang karena nomor 12 tahun 1908 tercatat sebagai nomor terakhir.

Teh sebgai tanaman ekspor mendapat perhatian khusus dengan terbitnya Mededeelingen van het Proefstation voor Thee, terbitan Departement van Landouw di Buitenzorg. Terbitan pertama dan terakhir tercatat pada tahun 1908!

Dasawarsa 1910-an ditandai dengan pemunculan majalah dalam jumlah besar dibandingkan dengan dasawarsa sebelum maupun sesudahnya. Dapat disebutkan Korte berichten voor Landbouw, Nijverheid en Handel terbitan Departement van Landbouw (kelak menjadi Departement van Landbouw, Nijverheid en Handel) di Buitenzorg. Isi majalah dapat dikatakan bermutu dan teratur berat sumbangan karangan para konsultan pertanian yang langsung menghadapi masalahnya Majalah ini mula-mula terbit pada tanggal 5 Nopember 1910 dengan frekuensi dua kali sebulan, kemudian sejak deel 6 no. 2 tahun 1916, frekuensi ditingkatkan menjadi mingguan.

Keadaan tersebut berlangsung hingga tahun 1932. Majalah lain yang perlu diperhatiakan ialah Mededeelingen van het Statistiek van het Departement van Landbouw, Nijverheid en Handel (April 1916), Oogs Rappcrten (Januari 1916), Mededeelingen over Rubber (1911-1915). Perkembangan berbagai tanaman ekspor beserta pelbagai penyakitnya memaksa pemerintah untuk menerbitkan Mededeelingen van de afdeeling voor Plantenziekten. Majalah tentang penyakit tanaman ini diterbitkan oleh Depatement van Landbouw, Nijverheid en Handel pada tahun 1912 diedarkan oleh Kolff & Co. Tahun 1914 berubah menjadi Mededeelingen van Laboratorium voor Plantenziekten, lima tahun kemudian berganti judul menjadi Mededeelingen van de Instituut voor Plantenziekten.

Tahun 1912 kebun percobaan Besuki menerbitkan Mededeelingen van het Besoekich Proefstation hingga tahun 1937; suatu usaha penernbitan yang cukup berhasil kendati jauh dari pusat kegiatan pertanian di Buitenzorg. Tanaman lain yang mendapat perhatian utama selama dasawarsa 1910-an ialah kina dan padi. Khusus untuk itu diterbitkan Mededeelingen van het Kina Proefstation serta Mededeelingen van het Proefstation voor Rijst (1912-1916).

Tidak jelas mengapa majalah tentang padi berusia pendek dibandingkan dengan majalah tentang tanaman lain. Rupa-rupanya tanaman keras mendapat perhatian besar dibandingkan dengan padi, karena tanaman keras menghasilkan devisa lebih besar bagi pemerintah Hindia Belanda. Dasawarsa 1930-an ditandai dengan malaise dunia. Secara tidak langsung hal ini menyebabkan tersendatnya pemunculan majalah baru. Pada masa ini tidak lagi diterbitkan majalah tentang suatu tanaman, melainkan lebih mengarah ke pertanian umum. Pada dasawarsa ini tanaman yang mendapat perhatian besar ialah kapok, anggrek, dan bunga. Semua majalah tentang hal itu berusia pendek, jauh lebih pendek daripada usia majalah terbitan dasawarsa sebelumnya.

Majalah terbitan tahun 1930-an lazimnya berhenti terbit pada tahun 1941/1942 sedangkan majalah dari periode sebelumnya ada yang masih terbit pada tahun 1970-an. Sebagai contoh majalah Bergcultures yang diterbitkan pada tahun 1926, selama pendudukan Jepang tidak terbit, kemudian tahun 1945 dilanjutkan lagi dengan judul yang sama hingga tahun 1957. Sejak tahun 1957 terbit dengan judul Menara Perkebunan. Hingga kini masih terbit di bawah asuhan Balai Penelitian Perkebunan Bogor.

Menjelang tahun 1942 penerbitan majalah pertanian mengalami kelesuan. Pada tahun 1941 tercatat majalah Archief voor de Suikerindustrie in Nederlandsch en Nederlandsch Indie, Kweekers en binders serta Bulletin van het Algemeen Proefstation voor de Landbouw. Ketiga-tiganya merupakan majalah pertanian yang terbit menjelang keruntuhan kekuasaan pemerintah Hindia Belanda di Indonesia.

 

Ringkasan

Seratus duapuluh satu tahun merupakan masa yang cukup lama bagi perkembangan majalah pertanian. Masa itu ditandai dengan berkembangnya majalah pertanian yang tak dapat dilepaskan dari kepentingan pemerintah Hindia Belanda. Sungguhpun demikian, perkembangan majalah pertanian cukup pesat dibandingkan dengan majalah di bidang lain. Hingga tahun 1941 tercatat sebanyak 31 majalah ilmiah yang penting di Hindia Belanda23. Dari jumlah itu bila diperinci menghasilkan kenyataan bahwa majalah pertanian menduduki tempat utama dibandingkan dengan bidang lain. Berikut hasil perinciannya :

Botani

3 judul Meteorologi 1 judul

Entomologi

1 judul

Pertambangan

2 judul

Farmasi

1 judul

Pertanian

13 judul

Geografi

1 judul

Perburuan

1 judul

Ilmu Alam

2 judul

Teknik

1 judul

Kedokteran

2 judul

Topografi

1 judul

Kedokteran Hewan 1 judul Vulkanologi

1 judul

Adapun ke 13 majalah pertanian yang dianggap penting masih terbit hingga tahun 1941 berdasarkan suatu sumber kepustakaan24 ialah :

  1. Archief voor de Suikerindustrie
  2. Archief voor de Kofficultuur
  3. Archief voor de Rubbercultuur
  4. Archief voor de Theecultuur
  5. De Bergcultures
  6. Bulletin van het Deli Proefstation
  7. Landbouw
  8. Mededeelingen van het Algemeen Proefstation voor de Landbouw
  9. Mededeelingen van het Deli Proefstation
  10. Mededeelingen van het Proefstation voor de Verstenlandsche Tabak
  11. Tectona
  12. De Tropische Natuur
  13. Verslag van de Vereeniging van Proefstationpersoneel

Adapun sebab-sebab yang menunjang pertumbuhan majalah pertanian ialah pertumbuhan kebun percobaan yang memuat hasil penelitiannya pada berbagai majalah, perhatian yang besar dari pemerintah Hindia Belanda terhadap perkebunan, status sosial penulis artikel pertanian yang diasosiasikan dengan perkebunan merangsang “indisch” untuk menulis karya ilmiah, perhatian yang besar terhadap pertanian pada umumnya dan perkebunan pada khususnya25. Semuanya tidak terlepas dari kepentingan pemerintah Hindia Belanda, karena perkebunan merupakan sumber devisa yang utama.

Berdasarkan subjeknya, maka bidang pertanian umum mendapat tempat yang lebih utama dibandingkan dengan tanaman lainnya. Adapun subjek yang diberi tempat dalam majalah ialah kapas, kapuk, karet, kina, kopi, padi, pertanian, penyakit tanaman, sisal, cokelat, tebu, teh, dan tembakau. Jenis terbitan dapat digolongkan berdasarkan judulnya ialah bulletin, mededeeling, jaarboek, jaarverslag, tijdschrift, dan verslag.

Sebelum tahun 1850, pusat kegiatan penelitian pertanian umunya berada di pulau Jawa dari pada pulau lainnya. Dengan sendirinya pusat penelitian, kebun percobaan, dan perkebunan berpusat di pulau Jawa. Sebahagian besar pusat penelitian dan kebun percobaan berpusat di Buitenzorg (kini Bogor) termasuk pendidikan pertanian yang pada waktu itu bernama Landbouw Hoogeschool. Dominasi kota Bogor dalam publikasi pertanian masih terasa hingga saat ini. Dalam daftar majalah ilmiah bidang pertanian yang tercantum pada Index of Indonesian Learned Periodicals 1975, maka ternyata sebagian besar majalah pertanian ditebitkan di Bogor26. Sebagai gambaran tentang distribusi kedudukan penerbit majalah pertanian sebelum tahun 1942 dapat diberitakan sebagai berikut :

Batavia

20 judul

Manado

1 judul

Buitenzorg

52 judul

Medan

6 judul

Bandoeng

8 judul

Palembang

1 judul

Bencoolen

1 judul

Pasoeroean

3 judul

Cheribon

3 judul

Pekalongan

3 judul

Djember

2 judul

Salatiga

6 judul

Djombang

1 judul

Semarang

9 judul

Djokja

2 judul

Solo

1 judul

Klaten

2 judul

Soekaboemi

2 judul

Malang

6 judul

Soerabaja

22 judul

Sebelum tahun 1850 hanya terdapat 1 majalah yang mengkhususkan diri tentang pertanian. Namun hingga tahun 1942 tercatat 156 judul, tidak termasuk di dalamnya terbitan berseri khusus seperti Jaarverslag. Berikut ini diberikan perincian penerbitan majalah per dasawarsa :

 

1820 – 1829     1 judul

1830 – 1839     ——–

1840 – 1849     ——–

1850 – 1859     1 judul

1860 – 1869    2 judul

1870 – 1879     2 judul

1880 – 1889     7 judul

1890 – 1899     13 judul

1900 – 1909     27 judul

1910 – 1919     56 judul

1920 – 1929     30 judul

1930 – 1939     12 judul

1940 – 1942     3 judul

Periode 1820 – 1942 dapat dikatakan sebagai periode perkembangan majalah pertanian di Hindia Belanda, terlepas dari keadaan sejarah. Dasar-dasar yang diletakkan dalam bidang perkebunan, pertanian, pusat penelitian, kebun percobaan, pendidikan maupun penerbitan secara tidak langsung kelak menjadi tumpuan dalam kelanjutan penelitian, pendidikan dan penerbitan pertanian di Indonesia.

 

Daftar Pustaka

  1. Nomor perdana De Kopiist. Dikutip dari kata pengantar yang ditandatangani oleh E. De Wall, Buitenzorg, 30 Agustus 1841.
  2. Majalah yang pertama kali terbit ialah Verhandelingen van het Bataviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (1779), Proceedings Agricultural Society (1821) Tijdschrift voor Nederland’s Indie (1818)
  3. Encyclopaedie van Nederlandsch Indie (‘sGravenhage:Nijhoff, 1927), IV, 450.
  4. Arief Budiwidjaja, Derajatpemanfaatna majalah ilmiah dalm karya-karya untuk bidang pertanian tropis. (Skripsi. FSUI. 1973).
  5. Lily Irawati Roesma. Pemanfaatna majalah ilmiah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. (Skripsi. FSUI. 1975).
  6. J.C. Hooykaas. Repertorium op de koloniale literatuur of systematische inhouds opgaaf van hetgen voorkomt over de kolonien (beoosten de Kaap) in mengelwerken en tijdschriften van 1595 tot 1865 uitgegeven in Nederland en zijne overseesche bezittingen. Amsterdam: kampen, 1877.
  7. A. Hartman. Repertorium op de literatuur betreffende Nederlandsch Kolonien1866 – 1893. ‘sGravenhage: Martinus Nijhoff, 1895.
  8. Muller, W.C.; W.J.P.J. Schalker. Repertorium op de literatuur betreffende de Nederlandsch kolonie… 3e vervolg (1906-1910). ‘sGravenhage: 1912.
  9. Vierde vervolg (1511-1915). ‘sGravenhage: 1917 / Vierde vervolg (1516-1920). ‘sGravenhage: 1922.
  10. J.A. van der Chijs. Proeve eener Nederlandsch Indische bibliographie 1659-1870. (Batavia: Vruning & Wijt, 1875) beserta edisi perbaikan.
  11. G. Ockeloen. Catalogus van boeken en tijdschriften uitgegeven in Nederlandsch Oost Indie van 1870-1937. (Batavia: Kolff, 1939-1940)
  12. Diterbitkan oleh Bibliotheca Bogoriensis pada tahun 1973.
  13. Diterbitkan oleh Hall, Boston, 1977. Memuat daftar terbitan berseri (serial) Indonesia.
  14. A Checklist of Indonesian serials in the Cornell University. (Ithaca, N.Y: Cornell University Press, 1973).
  15. Katalog induk majalah.
  16. Encyclopaedia van Nederlandsch Indie, III, 459.
  17. Diterbitkan tahun 1973.
  18. Panitia Teknis Teknik Perpustakaan dan Dokumentasi. Penentuan tajuk entri utama. (Jakarta: 1977), p. 8.
  19. Kamus bahasa Indonesia. (Jakarta: balai Pustaka, 1976), p. 621.
  20. Kata pengantar nomor perdana, terdapat di Perpustakaan Museum Pusat.
  21. Buitenzorg scientifid centre. (Buitenzoorg: 1948), p. 17.
  22. Encyclopaedia van Nederlandsch Indie, IV, 455
  23. Ibid, IV, 457.
  24. Science and Scientists in Nederland East India. (New York: Board for the Nederlandsch Indies, Surinam and Curacao, 1945), p. 464
  25. Ibid. loc. cit.
  26.  Nena Vreeland, Areahandbook for Indonesia. (Washington, DC : 1972), p. 162
  27. Edisi 1975 part I mencantumkan 36 judul majalah pertanian, 15 diantaranya diterbitkan di Bogor.

APPENDIX

Keterangan

Daftar berikut ini disusun secara kronologis berdasarkan judul. Dikumpulkan sedikit demi sedikit dari Bibliografi majalah Indonesia terbitan Bibliotheca Bogoriensis, “Tijdschriften opgerichten in Nederlandsh Indie” sebagaimana termuat dalam Encyclopaedie van Nederlandsh Indie serta katalog Perpustakaan Museum Pusat. Untuk memudahkan pembaca, maka jaarboek maupun verslag suatu badan ilmiah, tajuknya ditetapkan pada judulnya.

Yang dimuat ialah judul dalam bidang pertanian, kehutanan, tanaman ekspor, sedikit Botani diikut sertakan dengan harapan berguna bagi pustakawan bidang pertanian maupun sejarawan. Tidak semua majalah bersifat ilmiah; yang dimuat hanyalah majalah terbitan pra 1942 dengan tidak memandang kelanjutannya. Beberapa diantaranya masih terbit hingga dewasa ini dengan berbagai judul dalam bahasa Indonesia. Peribahan judul ini tak dapat dihindarkan sebagai akibat perkembangan sejarah di Indonesia.

1820 – 1829

  1.  Proceeding of the Agricultural Society of Sumatra. Bencoolen, v.1; 1820

1830 – 1839

            Kosong

1840 – 1849

            Kosong

1850 – 1859

  1. Tijdschrift voor Nijverheid in Nederladsch Indie. Batavia. 1-94; 1854-1917.

1860 – 1869

  1. Maanblad der Maatschappij van Landbouw in Soerakarta. Semarang. 1867-1867
  2. Verslag omtrent den Staat van’slands Plantentuin te Buitenzorg. Batavia. 1868-1905.

1870 – 1879

  1. Tijdschrift van hot Indisch Landbouw Genootschap. Semarang. 1-14; 1871-1884
  2. Annals de jardin Botanique. Buitenzorg. 1-51; 1876-1949.

1880 – 1889

  1. Verslag omtrent de’slands Kina en Thee bedrijf te Tjinjiroean (pengalengan). Bandoeng. 1883-1930.
  2. Mededeelingen uit ‘slands Platentuin. Buitenzorg. 1-75; 1884-1905.
  3. Tijdschrift voor Land en Tuinbouw en Boschcultuur in Nederlandsch Oost Indie. Semarang. 1886-1890.
  4. Bulletin van het Proefstation voor Suikerriet in West Java te Kagok. Pekalongan. 1886-1911.
  5. De Lanbouwer: tijdschrift voor Landbouw, Veetleet en Nijverheid in Nederlandsch Indie. Soerabaja. 1887.
  6. Mededeelingen van het Proefstation Oost Java. Soerabaja. 1887-1893.
  7. Notulen van de Algemeen vergadering van de Soekaboemische en Rubber planter Svereniging. Soekaboemi. 1889-1925.

1890 – 1899

  1. Maanbulletin voor Suikerfabrikanten. Soerabaja. 1890-1892.
  2. Mededeelingen van het Proefstation voor Suikerriet in West Java te “Kagok.” Pekalongan. No 1-100;1896-1928.
  3. Archief voor de java Suikerindustrie. Batavia deel 1-16; 1893-1908.
  4. Archief voor de Suikerindustrie in Nederlandsch Indie. Soerabaja. Deel 1-42; 1893-1934.
  5. Verslag van het Algemeen Syndicaat van Suikerfabrikanten in Nederlandsch Indie. Soerabaja. 1985-1938.
  6. Handelingen van het Congress van het Algemeen Syndicaat van Suikerfabrikanten in Nederlandsch Indie. Soerabaja. No. 1-100; 1896-1928.
  7. Notulender Algemeen Vergadering Kedirische Landbouw Vereniging. Malang. 1897-1908.
  8. Notulend van de Algemeen Vergadering der Malangsche Landbouw Vereeniging. Malang. 1897-1910.
  9. Indische Landbouw Courant. Semarang. 1897-1898.
  10. Archief voor de Kinacultuur. Bandoeng 1898.
  11. Mededeelingen van de Laboratoria de Gouvernements Kina onderneming. Batavia. 1898.
  12. Archief voor de Landbouw der Bergstreken in Nederlandsch Indie. Semarang. 1899-1901.
  13. De Koffie gids. Malang. 1898/1900-1911.

1900-1909

  1. De Indische Natuur. Soerabaja. 1900-1901.
  2. Verslag van den Dienst van het Boschwezen in Nederlandsch Indie. Buitenzorg. 1900-1946.
  3. Archief voor de landbouw in Insulinde. Soerabaja. 1900-1903.
  4. Korte Mededeelingen van het Proefstation voor Cacao. Malang. 1901-1904.
  5. Korte Mededeelingen van het Proefstation voor Cacao te Salatiga. Salatiga. 1901.
  6. Nederladsch Indisch Tuinbouwlad. Bandoeng. 1902.
  7. Bulletin van het Proefstation voor Cacao te Salatiga. Salatiga. 1903-1904.
  8. Jaarverslag van het Proefstation voor de Java Suikerindustrie. Pasoeroean. 1903-1916.
  9. Indisch Landbouw Courant. Djombang. 1904.
  10. Bulletin van het Algemeen Proefstation te Salatiga. Semarang 1905.
  11. Korte berichten uitgaande van het Departement Landbouw. Buitenzoorg. No.1-100; 1905-1909.
  12. Mededeelingen van de ereeniging Rubber Proefstation West Java. Buitenzorg. N-18; 1905 1914.
  13. Mededeelingen uitgaande van het Departement Landbouw. Buitenzorg. 1905-1914.
  14. Bulletin du Departement de l’Agriculture aux Neerlandaises. Buitenzorg. No. 1-47; 1906-1911.
  15. Jaarboek van het Departement van Landbouw. Nijverheid en Handel. Buitenzorg. 1906-1930.
  16. Mededeelingen van het Deli Proefstation te Medan. Medan. 1906.
  17. Beknopte gegevans overcultuurgewasen, hare bereiding en ziekten. Buitenzorg. 1907-1911.
  18. Mededeelingen van het Proefstation voor de Java Suikerindustrie. Soerabaja. Deel 1-11; 1907-1921.
  19. Boschbouwkundig tijdschrift “Tectona.” Buitenzorg, 1908.
  20. Korte Mededeelingen Algemeen Proefstation te Salatiga. Semarang. 1908-1911.
  21. Jaarverslag van het onderzoekingen over Tabak der Vorstenlanden. Jogjakarta. 1907-1911.
  22. Mededeelingen van het Proefstation voor tabak. Klaten. 1908-1912.
  23. Mededeelingen van het Algemeen Profstation op java te Salatiga. Salatiga. No.1-49; 1908-1911.
  24. Mededeelingen van het voor Thee. Buitenzorg. No.1-100, 1908-1928.
  25. Planter. Medan. 1909-1941.
  26. Publicaties van het Nederladsch Indisch Landbouw Syndicaat. Soerabaja. Deel 1-16; 1909-1924.
  27. Verslag van het Nederlandsch Indisch Landbouw Syndicat. Soerabaja. 1909-1924.

1910-1919

  1. Mededeelingen voor Landbouw, Nijverheid en handel. Buitenzorg. 1910.
  2. Jaarverslag der Deli Planters Vereeniging. Medan. 1911-1939.
  3. Korte berichten voor Landbouw, Nijverheid en Handel. Buitenzorg. 1910-1932.
  4. Mededeelingen over Rubber. Buitenzorg. Deel 1-4; 1911-1915.
  5. Mededeelingen van het Besoekisch Proefstation. Djember? 1911-1940.
  6. Mededeelingen van het Proefstation Malang. Soerabaja. 1911-1931.
  7. Mededeelingen van het Proefstation Midden Java. Salatiga. 1911-1927.
  8. Mededeelingen van het Proefstation voor Tabak. Buitenzoorg. 1911-1912.
  9. Overzicht van het geen weer overricht ter bevordering van de katoen cultuur in Nederlandsch Oost Indie. Buitenzorg. 1911-1913.
  10. Verslag van het Proefstation voor de Java Suikerindustrie te Pasoeroean. Soerabaja. 1911-1927.
  11. De Tabbakerbond. Soerabaja. 1911.
  12. Jaarverslag van het Proefstation voor Thee. Buitenzorg. 1912-1930.
  13. Jaarverslag van den Landbouw Voorlichtingdienst. Batavia. 1912-1919.
  14. Mededeelingen van het Java Suiker Proefstation. Pasoeroean? 1912-1931.
  15. Mededeelingen van de Onderafdeeling Cheribon van het Proefstation voor de java Suikerindustrie. Cheribon. Deel 1-76; 1912-1935.
  16. Mededeelingen van de Afdeeling voor Plantenziekten. Batavia. 1912.
  17. Mededeelingen van het Agricultuur Chemish Laboratorium. Buitenzorg. No. 1-19; 1912-1918.
  18. Mededeelingen van het Algemeen Proefstation van de Landbouw. Buitenzorg. No. 1-100; 1912.
  19. Mededeelingen van het Besoekisch Proefstation. Djember. 1912-1937.
  20. Mededeelingen van het Gouvernements Kina Proefstation. Batavia. Deel 1-9; 1912-1925.
  21. Mededeelingen van het Instituut voor Plantenziekten. Buitenzorg. 1-89; 1912-1936.
  22. Mededeelingen van het Kina Proefstation. Batavia. 1912.
  23. Mededeelingen van het Proefstation voor den Landbouw. Buitenzorg. 1912.
  24. Mededeelingen van het Proefstation voor Rijst. Buitenzorg. 1912-1916.
  25. Notulen den Buitengewone Algemeen Vergadering van het Proefstation Malang. Soerabaja. Deel 1-32; 1912-1932.
  26. Tropisch Natuur. Buitenzorg. 1912.
  27. Verslag ‘sland Caoutchouc Bedrijf. Buitenzorg. 1912-1929.
  28. Verslag van de Onderafdeeling Cheribon van het Proefstation voor de Java Suikerindustrie. Soerabaja. 1912-1932.
  29. Verslag van de Chemische Afdeeling van het Proefstation voor de Java Suikerindustrie. Pasoeroean. 1912-1915?
  30. Verslag van de Onderaafdeling Banjoemas van het Proefstation voor de Java Suikerindustrie. Pasoeroean. 1912-1914.
  31. Verslag van de Onderaafdeling Djogja van het Proefstation voor de Java Suikerindustrie. Pasoeroean. 1912.
  32. Mededeelingen uit den Cultuurtuin. Buitenzorg. No. 1-12; 1913-1918.
  33. Mededeelingen van het Proefstation voor Vorstenlandsch Tabak. Klaten. 1913-1916.
  34. Verslag omrent Handel, Nijverheid en Landbouw in Nederlandsch Indie. Buitenzorg. 1913-1940.
  35. Bulletin van het Deli Proefstation. Medan. 1914-1947.
  36. Mededeelingen van den Adviseurs der AVROS. Medan. 1914-1917.
  37. Orgaan van den Bond van Boschpersoneel in Nederlandsch Indie. Semarang. 1914.
  38. Verslag van de Gouvernements Guttapercha Onderneming Tjipetir. Buitenzorg. 1914-1919.
  39. Algemeen Landbouw weekblad voor Nederlandsch Indie. Bandoeng. 1915-1940.
  40. Jaarverslag van de Technische Afdeeling van het Proefstation voor de Java Suikerindustrie te Pekalongan. Pekalongan. 1915-1918?
  41. Jaarverslag van de Technische Cultuur Afdeeling van het Proefstation voor de Java Suikerindustrie. Soerabaja. 1915-1955.
  42. Mededeelingen van het Laboratorium voor Agrogeologie en Grondonderzoek. Batavia. Deel 1-6; 1915-1920.
  43. Verslagen van het Bestuur der Vereniging Centraal Rubberstation. Buitenzorg. Deel 1-15; 1915-1926.
  44. Bulletin van het Proefstation voor de java Suikerindustrie (Technische afdeeling) Pekalongan. Semarang. 1916.
  45. Korte berichten uitgaande van het Algemeen Proefstation voor den Landbouw. Buitenzorg. No. 1-54;

1916-1926.

  1. Mededeelingen van het Proefstation voor het Boschwezen. Buitenzorg. 1916-1926.
  2. Nederlandsch Indisch Rubber tijdschrift. Batavia. 1916.
  3. Soeloeh peroesahaan tanah. Palembang. 1916-1942.
  4. Archief voor de Rubbercultuur in Nederlandsch Indie. Batavia. 1917-1963.
  5. Cultuurbond. Bandoeng. 1918?-1924.
  6. Mededeelingen van den Dienst van den Landbouw. Buitenzorg. 1918-1920.
  7. Korte mededeelingen Malstaat en verslag omtrent het Proefstation voor de Java Suikerindustrie te Pasoeroean. Pasoeroean. 1918-1926.
  8. Mededeelingen van de Landbouw voorlichtingsdienst. Batavia. 1918-1920.
  9. Archief voor Rebbercultuur in Nederlandsch Indie. Buitenzorg. 1919-1920.
  10. De Cultuurbond. Soerabaja. 1919-1925.

1920-1929

  1.  Thee. Buitenzorg. 1920-1926.
  2. Verslag der Vortenlandsche Landbouw Vereeninging. Djokja. 1920.
  3. Vlugschriften van het Deli Proefstation. Medan. 1920-1938.
  4. Korte Mededeelingen van het Boschbouw Proefstation. Buitenzorg. 1921-1942.
  5. Mededeelingen van het Proefstation voor de Java Suikerindustrie, onder afdeeling Cheribon. 1921-1933.
  6. Verslag van de Vereeniging van het Proefstation van de Java Suikerindustrie. Buitenzorg. 1921-1928.
  7. Mededeelingen van het Koffiebessen-Boeboek Fonds. Malang. 1922.
  8. Jaarverslag van het Bestuur van de Vereeniging Rubber Prroefstation West Java en Centraal Rubberstation. Batavia. 1923-1930.
  9. Landbouw, veetelt en huisdieren. Batavia. 19273?-1942.
  10. Chincona. Bandoeng. 1924-1951.
  11. Jaarverslag der Soekaboemische en Rubberplanters Vereeniging. Soekaboemi. 1924-1933.
  12. Aanplant verslag Proefstation Cheribon over West Java. Cheribon. 1925-1937.
  13. Landbouw. Buitenzorg. 1925-1953.
  14. Bergcultures. Batavia. 1926-
  15. Korte berichten van de Afdeeling Landbouw. Buitenzorg. 1926-1931.
  16. Korte Mededeelinegen van de Afdeeling Landbouw. Buitenzorg. 1926-1937.
  17. Korte Mededeelinegen van de Landbouw Voorlichtingsdienst. Buitenzorg. 1926.
  18. Korte Mededeelinegn van de Dienst voor Landbouw. Buitenzorg. 1926-1937.
  19. Korte Mededeelinegen van het Algemeen Proefstation voor den Landbouw. Buitenzorg. 1926-1938.
  20. Korte Mededeelingen van het Instituut voor Plantenziekten. Buitenzorg. 1926-1938.
  21. Korte Mededeelinegen van het Thee Proefstation. Buitenzorg. 1926-1931.
  22. Pedoman tani. Manado. 1926-1941.
  23. Archief voor de Cacao en andere kleine cultures in Nederlandsch Indie. Salatiga. 1927-1928.
  24.  Archief voor de Koffiecultuur in Nederlandsch Indie. Malang. 1927-1942.
  25. Archief voor de Theecultuur in Nederlandsch Indie. Buitenzorg. 1927-1939.
  26. Mededeelingen betreffende de werkzaamheder van het Algemeen Landbouw Sysndicaat. Buitenzoorg. 1927.
  27. Verslagen der Vereeniging van Chemisch, technisch en Landbouwkundig. Adviseurs bij de Java Suikerindustrie. Soerabaja. 1927-1929.
  28. Verslag van de Cultuur Afdeeling van het Proefstation van de Java Suikerindustrie te Pasoeroean. Soerabaja. 1929-1939.
  29. Verslagen van Veldproefen. Buitenzorg. 1919-1940.
  30. Verslagen van Veldproefen genomen in den Proef en Zaadtuin “Moeara.” Buitenzorg. 1929-1934.

1930-1939

  1. Jaarverslag vans’lands Plantentuin. Bitenzorg. 1930.
  2. Vamola. Solo. 1930-1937.
  3. Korte berichten van het Proefstation voor de Java Suikerindustrie te Pasoeroean. Pasoeroean. 1932-1939.
  4.  Orchidee. Bandoeng. 1932-1941.
  5. Bericht aan de leden van het Algemeen Landbouw Syndicaat en Zuiden West Sumatra Sysndicaat. Batavia. 1933.
  6. Het Bosch. Buitenzorg. 1933-1941.
  7. Verslag van het Algemeen Landbouw Syndicaat, het zuid en West Sumatra Syndicaat, de Centrale Vereeniging… Batavia. 1933-1949.
  8.  Verslag, Kapok Centrale. Batavia. 1935-1937.
  9. Berichten Commissie van Advies azanke de bevordering van de Cultuur van Handelgewase. Batavia. 1937-1957?
  10. Padi : het orgaan van de Algemeen Rijstboond. Soerabaja. 1937-1939.
  11. Cultuur en techniek. Bandoeng. 1936-1941.
  12. Plant en bodem. Batavia. 1939-1940.

1940-1942

  1. Archief voor de Suikerindustrie in Nederlandsch en Nederlandsch Indie. Soerabaja. 1940-1941.
  2. Kweeker. En binders. Soerabaja. 1940-1941.
  3. Bulletin van het Algemeen Proefstation voor de Landbouw. Buitenzorg. 1941-1952.

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Author

%d bloggers like this: