Sulistyo-Basuki's Blog

Home » Artikel Ilmiah » Kajian atas Tiga Tajuk Subjek Terbitan Indonesia tentang Topik Islam serta Kaitannya dengan Keperluan Perpustakaan Sekolah dan Madrasah

Kajian atas Tiga Tajuk Subjek Terbitan Indonesia tentang Topik Islam serta Kaitannya dengan Keperluan Perpustakaan Sekolah dan Madrasah

Pendahuluan

Dalam setiap perpustakaan selalu ada katalog artinya daftar koleksi sebuah perpustakaan. Katalog perpustakaan bertujuan mengetahui apakah perpustakaan memiliki sebuah karya yang ditulis oleh pengarang tertentu atau apakah perpustakaan memiliki judul tertentu atau perpustakaan memiliki buku dalam subjek tertentu atau apakah perpustakaan memiliki buku dalam seri tertentu (Cutter, 1953).

Di perpustakaan, katalog itu sendiri mengalami perubahan fisik, semula dalam berbentuk buku (sheaf catalogue), kemudian dalam bentuk kartu berukuran 7,5 x 12,5 cm yang masih popular di Indonesia hingga saat ini, kemudian dalam format terbacakan mesin (INDOMARC, 1995) lalu dalam bentuk tersimpan di komputer sehingga melahirkan katalog publik akses sambung jaring (Online Public Access Catalogue, OPAC) hingga ke katalog yang tersimpan di sebuah server serta dapat diakses dari mana saja.

Dengan kemajuan Teknologi Informasi (TI), maka akses katalog atau kini popular dengan sebutan pangkalan data bibliografis dapat menjadi lebih mudah. Dengan hanya mengetikkan nama depan atau belakang pengarang atau sebagian judul atau bagian dari sebuah seri, maka seorang pemakai dapat menemukan entri literatur yang diperlukannya melalui sistem sambung jaring. Misalnya dengan mengetik nama Basuki pada WorldCat atau pada Library of Congress Online Catalogue pembaca dapat menemukan pengarang yang menggunakan nama tersebut.

Anhari Basuki.
Basuki
Basuki, 1945-
Basuki, A. Singgih.
Basuki Agus Suparno, 1971
Basuki, Ahmad Yani
Basuki, Alif
Basuki, Ananto.
Basuki, Anhari.
Basuki, Ari.
Basuki, Avi.

Daftar tersebut dapat diperpanjang lagi dengan menelusur nama pengarang yang menggunakan nama Basuki. Kondisi serupa juga terjadi dengan menggunakan pendekatan judul. Pembaca dengan mengetik kata “Pengantar” pada WorldCat atau Library of Congress Catalogue akan menemukan hasil ribuan cantuman yang memuat kata pengantar; bahkan berkat kemajuan TI, kata pengantar pada pangkalan data juga mencakup istilah “kata pengantar oleh…, “ pengantar tentang.. ., “pengantar mengenai …” dan sebagainya.

Pendekatan berbasis subjek

Pendekatan judul dan pengarang sebagaimana diuraikan di atas tidak akan berjalan bila menggunakan pendekatan subjek. Coba pembaca menelusur menurut subjek, katakanlah bulu tangkis atau bulutangkis [menjadi satu] atau tepok bulu atau badminton, maka hasilnya akan berbeda. Dengan menggunakan istilah bulu tangkis, bulutangkis, tepok bulu maka sistem akan menjawab tidak dapat menemukan kata atau istilah tersebut. Hal ini terjadi karena sistem simpan dan temu kembali lazimnya menggunakan kosakata terkendali (controlled vocabulary) dalam menyimpan data bibliografisnya.

Kosakata terkendali merupakan daftar istilah yang dipilih atau yang digunakan tatkala seorang pustakawan menentukan tajuk subjek untuk menunjukkan isi sebuah karya dalam katalog. Misalnya istilah apakah yang akan digunakan yang bertautan dengan media interaktif, multimedia interaktif, sistem multimedia, multimedia ataukah sistem informasi multimedia berbasis komputer?

Sudah tentu semuanya tidak dapat dimasukkan ke sistem karena menyebabkan muatan katalog akan penuh, maka dipilihlah sebuah istilah yang digunakan dalam katalog dan istilah ini digunakan selanjutnya. Sistem menenytukan istilah mana yang digunakan dan istilah mana yang tidak digunakan merupakan bagian dari kosakata trekendali.

Jadi misalkan pustakawan memilih istilah Multimedia, maka istilah lainnya akan merujuk ke istilah Multimedia. Perujukan ini menggunakan istilah lihat, misalnya Sistem multimedia lihat Multimedia; dapat juga menggunakan kata gunakan, misalnya Media interaktif gunakan Multimedia. Ada kebiasaan istilah yang digunakan dicetak tebal.

Daftar tajuk subjek yang ada di Indonesia

Untuk mengetahui kosakata terkendali, istilah yang tidak digunakan maka pustakawan menggunakan daftar tajuk subjek, misalnya Daftar tajuk subjek Perpustakaan Nasional, Library of Congress Subject Headings, Sears List of Subject Headings dan lain-lain. Untuk Indonesia, dewasa ini ada tiga daftar tajuk subjek yaitu (1) Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional, 2010, selanjutnya disebut versi Perpusnas (2) Daftar Tajuk Subjek Universitas Indonesia diterbitkan oleh Perpustakaan Universitas Indonesia tahun 2000, disebut versi UI dan (3) Daftar Tajuk Subyek untuk Perpustakaan karya JNB Tairas and Soekarman K., disebut versi Tairas dan Soekarmanditerbitkan oleh penerbit Gunung Mulia, saat ini tlah mencapai cetakan ke 13!

Untuk mengetahui topik untuk makalah ini, dipilih topik Islam. Dari masing-masing daftar tajuk subjek kemudian diperiksa lebih lanjut subjek yang lebih kecil, kadang-kadang disebut anak subjek. Penentuan anak subjek ini sedikit berbeda pada masing-masing terbitan Versi Perpusnas menggunakan pendekatan tesaurus, jadi setiap tajuk subjek (disebut juga deskriptor) diserrtai dengan keterangan G (Gunakan), GU (Gunakan Untuk), IL (Istilah Luas), IK (Istilah Khusus) dan IT (Istilah Terkait). Versi UI menggunakan penanda x artinya lihat dan xx artinya lihat juga. Versi Tairas dan Soekarman juga menggunakan penanda x (lihat) dan xx (lihat juga). Untuk Topik islam, versi Perpusnas menunjukkan paparan sebagai berikut :

ISLAM
IS    Al Quran
ffffffffAqaid dan ilmu kalam
        Bahaisme
        Fiqih
        Hadis

Ini artinya topik Islam masih dibagi lagi menjadi subjek lebih kecil, masing-masing ialah Al Quran, Aqaid dan ilmu kalam, Bahaisme, Fiqih dan Hadis. Dalam makalah ini Islam masuk Lingkaran 1, sedangkan subjek lebih kecil dimasukkan pada Lingkaran 2. Dari subjek yang ada pada Lingkaran 1 diperiksa lagi kelima subjek lebih kecil (Al Quran, Aqaid dan ilmu kalam, Bahaisme, Fiqih, Hadis). Hasilnya dimasukkan pada Lingkaran 2. Pada istilah Al Quran masih ada lagi istilah lebih sempit yaitu Musyabaqah Tilawatil Quran. Istilah ini masuk Lingkaran 3. Selanjutnya diperiksa Musyabaqah Tilawatil Quran, apakah masih ada lagi subjek yang lebih sempit darinya. Bila ada, maka subjek yang dihasilkan dari Lingkaran 3 dimasukkan ke Lingkaran 4 demikian seterusnya.

Contoh lingkaran subjek dimulai dengan topik Islam  versi PNRI

Gambar 1 : Contoh lingkaran subjek dimulai dengan topik Islam
versi Perpustakaan Nasional

Dalam karangan ini ini, subdivisi yang berlaku umum untuk semua subjek seperti Bibliografi, Kamus, Deskripsi dan Wisata dan lain-lain, tidak dimasukkan. Maka bila ada istilah Al Quran – Kamus atau Al Quran – Belajar dan Pengajaran, tidak diperhitungkan sebagai tajuk subjek sendiri.
Hal serupa dilakukan juga pada versi UI dan Tairas (Tabel 1)

Tabel 1 Perbandingan Tiga Daftar Tajuk Subjek tentang Topik Islam

TABEL PERBANDINGAN TIGA DAFTAR TAJUK SUBJEK TENTANG TOPIK ISLAM

Sumber: Sulistyo (2011)
Catatan: Istilah Islam ditempatkan pada Lingkaran 1

Pada versi Perpustakaan Nasional ditemukan deskriptor Al Quran dengan satu Istilah Khusus yaitu Musyabaqah Tilawatil Quran, jadi hanya menghasilkan 1 deskriptor yang masuk Lingkaran 2. Deskriptor Aqaid dan Ilmu Kalam menghasilkan satu IK (istilah khusus) yaitu Hadis – Aqaid.,masuk Lingkaran 2. Pemeriksaan pada istilah Hadis – Akaid tidak menghasilkan istilah lainnya.

Bahaisme tidak punya IK namun memiliki IT (istilah terkait) yaitu Bahaiyah (Tarekat). Karena merupakan IT (Istilah terkait) maka istilah Bahaisme tidak menghasilkan istilah lebih sempit yang dapat digolongkan ke Lingkaran 3. Pada istilah Fiqih anehnya tidak punya IK malahan keterangan Gunakan Hukum Islam. Artinya istilah Fikih tidak digunalan sebagai tajuk subjek melainkan yang digunakan ialah Hukum islam.

Keadaan tersebut tidak konsisten karena pada istilah Islam termasuk IK Fikih, namun justru istilah Fikih dirujuk ke Hukum Islam. Pada pemeriksaan istilah Hukum Islam, dihasilkan dua IK yaitu Ijma’ dan qiyas serta Ijtihad. Dari istilah Ijma’ dan qiyas tidak dihasilkan IK; demikian juga istilah Ijtihad tidak menghasilkan IK lainnya.

Hadis menghasilkan dua IK yaitu Gharibul hadis dan Mustalah hadis, selanjutnya tidak dibuat istilah khusus yang baru. Dengan demikian tidak terbentuk istilah pada Lingkaran 3.

Daftar tajuk subjek Universitas Indonesia masih menggunakan penanda x (lihat) dan xx (lihat juga). Pada istilah Islam ditemukan delapan istilah sebagai berikut :

Akhlak Islam
Aqaid dan Ilmu Kalam
Al Qur’an
Fiqih
Hadis
Kebudayaan Islam
Sosiologi Islam
Tasawuf

Gambar Lingkaran tajuk subjek Islam versi Perpustakaan UI

Gambar 2 Lingkaran tajuk subjek Islam versi
Perpustakaan Universitas Indonesia

Pemeriksaan terhadap istilah Akhlak Islam tidak menghasilkan rujukan xx (lihat juga) satu pun jua. Istilah Aqaid dan Ilmu Kalam menghasilkan rujukan ke bawah yaitu Kalam, Ilmu. Maka terbentuklah sebuah istilah yang tergabung dalam Lingkaran 2. Istilah Al Qur’an masuk Lingkaran 1, hanya menghasilkan satu istilah lebih sempit yaitu Islam, Sumber ajaran.

Istilah Fiqih dimasukkan sebagai istilah lebih sempit dari Islam namun anehnya pada Daftar Tajuk Subjek Universitas Indonesia tidak ditemukan istilah Fikih, yang ada malahan istilah Fiqqhuda’wah. Istilah Fiqqhuda tidak menghasilkan subjek lebih kecil; namun demikian ada istilah Fiqih yang terbagi menjadi 9 yaitu Fiqih mazhab Auz’ai, Fiqih mazhab empat, Fiqih mazhab Hambali, Fiqih mazhab Hanafi, Fiqih mazhab Maliki, Fiqih mazhab Sauri, Fiqih mazhab Syafi’I, Fiqih mazhab Syi’ah, Fiqih perbandingan.

Tajuk subjek Hadis tidak menghasilkan istilah lebih sempit, namun ada istilah lain yang tidak termasuk subjek Hadis, ditulis sebagai entri tersendiri. . maka muncul istilah seperti Hadis Arba’in, Hadis Doif, Hadis Mutawatir, Hadis Mustalah, Hadis Kutub Sittah. Di bawah istilah Hadis Kutub Sittah masih ada enam istilah lebih sempit yaitu Ashih Bukhari, Sahuh Muslim, Sunan Abdu Dawud, Sunan Ibn Majah, Sunan Nasal, Sunan Tirmirzi.

Kebudayaan Islam tidak menghasilkan istilah lebih sempit. Sosiologi Islam menghasilkan 3 istilah lebih sempit yaitu Etika sosial, Islam dan ekonomi, Islam dan politik, Islam dan struktur internasional. Etika soial juga merupakan bagian dari Istilah Berhubungan dari Sosiologi Islam. Ada pun Tasawuf tidak menghasilkan IS (Istilah Sempit).

Daftar Tajuk Subjek untuk Perpustakaan karya Tairas and Soekarman menghasilkan 4 entri subjek yang terdapat pada Lingkaran 2. Tajuk subjek yang disebutkan adalah subjek Al Quran, Hukum Islam Masjid dan Teologi. Tajuk subjek Teologi sebenarnya berkaitan dengan Islam namun bukan Istilah Sempit dari Islam (Library of Congress, 2000; Sears List, 2010). Tajuk subjek Al Quran tidak menghasilkan istilah khusus, Hukum Islam menghasilkan 6 istilah sempit, sedangkan Masjid tidak menghasilkan istilah sempit. Ada pun istilah Teologi menghasilkan 23 istilah berkaitan namun tidak langsung berkaitan dengan islam sehingga dapat dianggap tidak menghasilkan istilah sempit. (Gambar 3)

Gambar Lingkaran subjek Islam versi  Tairas  dan Soekarman

Gambar 3 Lingkaran subjek Islam versi Tairas dan Soekarman

Hasil temuan

Berdasarkan titik tolak tajuk subjek Islam lalu diperluas ke subjek yang lebih kecil maka hasil yang ditemukan adalah sebagai berikut:

(1) Ketiga daftar tajuk subjek (Perpustakaan Nasioanl, UI, Tairas dan Soekarman) memiliki tajuk subjek Islam yang terbatas untuk perpustakaan pemakainya. Daftar tajuk subjek Perpustakaan Nasional mau pun Universitas Indonesia dirancang untuk perpustakaan perguruan tinggi dan khusus namun cakupannya amat terbatas untuk koleksi Islam yang komprehensif. (Luki-Wijayanti; Mulyani). Karya Tairas dan Soekarman dirasakan kurang luas untuk keperluan perpustakaan madrasah terutama madrasah Aliyah. Ketiga-tiganya bila dibandingkan dengan Library of Congress Subject Headings khusus topik Islam saja dirasakan tidak sebanding.

(2) Daftar tajuk subjek Universitas Indonesia serta Tairas dan Soekarman masih menggunakan tanda x dan xx sebagai pengganti lihat dan lihat juga. Penggunaan tanda x dan xx kini dirasakan sudah ketinggalan zaman mengingat daftar tajuk yang baru menggunakan pendekatan yang igunakan thesaurus, artinya sebuah deskriptor (istilah yang digunakan dalam thesaurus untuk tajuk subjek) lazimnya diikuti keterangan U (Use), UF (Use For), BT (Broader Term), NT (Narrower Term), RT (Related Term) yang menunjukkan hubungan satu deskriptor (tajuk subjek) dengan deskriptor lain. Dalam konteks Indonesia, penanda tersebut diterjemahkan menjadi G (Gunakan), GU (Gunakan Untuk), IL (Istilah Luas), IS (Istilah Sempit), IB (Istilah Berkaitan atau Berhubungan). Contoh :

Hak perempuan (Dapat dibagi lebih lanjut menurut geografi)
GU  Emansipasi wanita
ffffffffPerempuan – Emansipasi
ffffffffPerempuan – Persamaan hak
IL   fDiskriminasi seks
ffffffffPerempuan – Hak pilih
IS   fGerakan perempuan
ffffffffPerempuan – Hak pilih
IB   fFeminisme
ffffffffGerakan pro hidup

Dari daftar tajuk tersebut seorang pemakai yang ingin mencari literatur mengenai emansipasi perempuan, akan diarahkan oleh katalog atau pangkalan data ke istilah yang digunakan dalam sistem yaitu Hak perempuan. Dalam daftar tajuk subjek, istilah yang digunakan selalu diketik dengan huruf tebal untuk membedakannya dari istilah yang tidak digunakan.

Penggunaan tanda x dan xx sedikit membingungkan, terutama tanda xx artinya lihat juga. Pada penunjukan lihat juga yang ditengarai dengan huruf xx, pengarahan dapat ditujukan ke istilah lain yang setara atau istilah lain yang lebih sempit. Contoh :

Ayam
xx Bebek
     Ayam pedaging
     Ayam petelor

Pada daftar tajuk subjek yang masih menggunakan tanda xx akan menimbulkan kebingungan apakah istilah bebek setara dengan Ayam, istilah Ayam pedang dan Ayam petelor setara dengan istilah Ayam.
Hal itu akan berbeda bila menggunakan tanda dari tesaurus. Contoh :

Ayam
GU Mandung
Pitik
IL Unggas
IS Ayam pedaging
    Ayam petelor
IB Bebek

Penggunaan tanda seperti IB, IS dan lain-lain, banyak digunakan pada sistem berbasis komputer yang memungkinkan pemakai menelusur literatur dengan menggunakan berbagai operator Boolean seperti AND, OR, NOT.

(3) Penulisan kitab suci yang berbeda-beda. Tajuk subjek Perpustakaan Nasional menulis Al Quran sedangkan tajuk subjek Universitas Indonesia dan Tairas dan Soekarman menulisnya Al Qur’an.

(4) Pada ketiga daftar tajuk subjek yang diperiksa, terdapat galat dalam penyusunan istilah. Misalnya istilah Fiqih yang disebutkan di bawah istilah Islam, ketika dicari dalam daftar tajuk subjek justru tidak ada, pemakai dirujuk ke istilah Hukum Islam. Hal serupa juga terjadi dengan istilah Hukum Perdata (Islam) di bawah Hukum islam, namun ketika dicari tidak ditemukan istilah Hukum Perdata (Islam).

Daftar tajuk subjek untuk perpustakaan madrasah

Bila memeriksa ketiga daftar tajuk (versi Perpustakaan Nasional, Universitas Indonesia, Tairas dan Soekarman) maka sudah dirasakan perlunya sebuah daftar tajuk subjek untuk perpustakaan sekolah dan madrasah. Hal itu penulis kemukakan karena alasan berikut :

  1. Dewasa ini Perpustakaan Nasional sedang meninjau kembali daftar tajuk subjek yang pernah diterbitkannya untuk direvisi lagi namun dengan cakupan pemakai yang terbatas Mulyani, 2011). Daftar tajuk subjek baru versi Perpustakaan Nasional dirancang bangun untuk keperluan sendiri, dapat juga untuk perpustakaan perguruan tinggi dan khusus, namun tidak untuk perpustakaan sekolah.
  2. Perpustakaan Universitas Indonesia belum punya rencana memperbaiki daftar tajuk subjeknya karena penyusunnya meninggal dunia (Wijayanti, 2011) serta tiada tersedia anggaran khusus untuk penyusunan daftar tajuk subjek baru. Kini perpustakaan Universitas Indonesia dan perpustakaan perguruan tinggi lainnya di Indonesia mulai pindah ke Library of Congress Subject headings. Perpindahan tersebut akan memudahkan tugas pustakawan perguruan tinggi karena mereka cukup mengakses WorldCat atau Library of Congress Catalogue, di dalam kedua pangkalan data sudah tersedia deskripsi bibliografis materi perpustakaan termasuk tajuk subjek yang digunakan. Jadi pustakawan hanya perlu memikirkan notasi klasifikasinya saja.
  3. Karya Tairas dan Soekarman hingga tahun 2011 sudah mengalami cetak ulang 13, namun cakupannya tentang subjek islam dirasakan kurang mampu memenuhi kebutuhan perpustakaan madrasah. Juga penyusun pertama (Tairas) meninggal dunia tahun 2009 sementara dari dari Soekarman belum ada upaya merevisi kembali (Soekarman, 2011).

Bila memang akan disusun daftar tajuk subjek untuk perpustakaan sekolah/madrasah, maka kita harus mencari daftar tajuk serupa di negara atau dalam bahasa lain. Hingga kini daftar tajuk subjek yang paling banyak digunakan adalah Sears List of Subject Headings (20th edition, 2010) yang dirancangbangun untuk perpustakaan dengan koleksi sebanyak-banyaknya 20,000 judul.

Sears List of Subject Headings memang cocok untuk perpustakaan madrasah yang rata-rata memiliki koleksi kiurang dari 20,000 judul, namun terbit dalam bahasa Inggris sehingga sedikit banyak agak sulit bila digunakan di Indonesia. Maka dirasakan perlu membuat sebuah daftar tajuk untuk perpustakaan sekolah dan madrasah dalam Bahasa Indonesia.

Bila memang akan disusun sebuah daftar tajuk untuk perpustakaan sekolah dan madrasah dalam Bahasa Indonesia, m aka ada ketentuan dan syarat yang diperlukan seperti berikut :

  1. Karena daftar tajuk subjek disusun dalam bahasa Indonesia, maka penentuan dan penjajarannya hendaknya sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Dengan demikian prinsip yang digunakan ialah DM (Diterangkan Menerangkan) bukannya MD (Menerangkan Diterangkan) sebagaimana lazim digunakan dalam bahasa Inggris. Misalnya Hukum Pidana, bukan Pidana, Hukum
  2. Kemudahan bagi pemakai, dalam hal ini murid dan guru. Sebagaimana ditulis Cutter lebih dari seratus tahun yang lalu, pilihan tajuk subjek menggunakan prinsip the term most familiar to the general public. (Cutter, 2009). Istilah yang dicakup sesuai dengan istilah yang dikenal umum, contoh Serangan jantung, bukan Infark jantung atau Infarksi jantung.
  3. Penulisan istilah yang seragam dan unik.Ini berarti bahwa semua materi mengenai subjek tertentu harus diberi tajuk subjek yang sama, tidak dapat diberi berbagai subnjek yang sama walau pun maknanya sama. Maka bila perpustakaan menggunakan tajuk subjek Biliar, materi yang sama harus diberi tajuk subjek Biliar , tidk dapat diberi tajuk subjek Biliard atau pun Bola sodok.
  4. Penentuan tajuk langsung dan tidak langsung. Peraturan tentang tajuk subjek langsung dan tidak langsung telah dikemukakan oleh Cutter (1904) dan masih berlaku hingga sekarang. Dalam buku tersebut, Cutter mengemukakan prinsip langsung dan tidak langsung, berkaitan dengan bagaimana tajuk subjek dibuat. Tajuk subjek Pengaruh Islam merupakan contoh tajuk subjek langsung sedangkan tajuk subjek tidak langsung seperti Jawa – Peradaban – Pengaruh Islam walau pun kedua-duanya bersifat spesifik.
  5. Penggunaan istilah yang mutakhir dan konsisten. Ketentuan ini mirip dengan nomor (2) namun konteksnya lain. Dalam ketentuan nomor 5, ada dua elemen yang penting yaitu sinonim dan penggunaan yang berubah. Contoh sinonim adalah pekerja seks, pelacur, pekerja seks komersial, wanita tuna susila. Pemilihan tajuk subjek yang digunakan harus konsisten. Contoh istilah mutakhir ialah Taktik, pada literatur tahun 1950an digunakan istilah Perintah siasat.
  6. Menggunakan prinsip DM (Diterangkan Menerangkan) sesuai dengan kaidah tatabahasa Bahasa Indonesia. Maka hendaknya menggunakan tajuk subjek seperti Hukum perdata, Hukum kanonik, Jaringan pipa, bukannya Perdata, Hukum; Kanonik, Hukum; Pipa, Jaringan.
  7. Daftar tajuk subjek yang akan disusun untuk keperluan perpustakaan sekolah/madrasah hendaknya mampu menangani koleksi sebesar 20,000 judul. Jumlah ini juga dikaitkan dengan bnotasi Dewey Decimal Classification (DDC) edisi 14 atau 15 singkat yang juga dirancang untuk mengolah koleksi sebanyak 20,000 judul. Jumlah tersebut jauh di atas ketentuan standar yang menyatakan bahwa koleksi peprustakaan sekolah/madrasah sedikit-dikitnya 1,000 judul (Standar nasional Indonesia, 2009)
  8. Daftar tajuk subjek yang akan disusun terdiri dari tajuk subjek disertai notasi untuk membantu tenaga perpustakaan sekolah mengolah bukunya. Contoh : Kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkdhfkdkkkkkkkfdkmkmdkdkkk Fikih (Dapat dibagi lebih lanjut menurut geografi) 297.14; 340.5
    GU Hukum Islam
    fffffffSyariat Islam
    IL  Hukum
    IS  Fikih perdata
    ffffffFikih pidana
    ffffffFikih warisan
    IB  Islam
  9. Adanya konsistensi penulisan nama. Contoh penulisan yang berbeda ialah Al Qur’an, Al-Qur’an, Al Quran, Alquran bahkan ada yang menulis Koran (Sears List, 2010). Kamus Besar bahasa Indonesia menulisnya Alquran (2001)

Penutup

Dewasa ini terdapat 3 daftar tajuk subjek dalam Bahasa Indonesia yaitu yaitu (1) Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional (2010), Daftar Tajuk Subjek Universitas Indonesia (2000) dan (3) Daftar Tajuk Subyek untuk Perpustakaan karya JNB Tairas dan Soekarman (2008).

Kajian terhadap entri Islam menghasilkan berbagai tajuk subjek yang lebih sempit, namun masih ada galat serta perlu penyempurnaan guna mengolah literatur Islam. Dalam kaitannya dengan kebutuhan perpustakaan sekolah/madrasah, diperlukan daftar tajuk subjek khusus untuk perpustakaan sekolah/madrasah yang memenuhi syarat yang disarankan.

Bibliografi

Cutter, Charles Ammi. Rules for a dictionary catalog. 4th ed. Washington,D.C.:GPO, 1904; republished, London: Library Association, 1972.

Hodges, Theodora L. and Chan, Lois Mai. (2010). Subject cataloging principles and systems. In Encyclopedia of Library and Information Science. Marcia J. Bates (ed). Boca Raton, Fla : CRC.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001). Ed 3. Jakarta : Balai Pustaka.

Library of Congress Subject Headings.(2000) 23rd ed. Washington D.C.: Library of Congress

Miller, Joseph (ed) (2010). Sears list ofsubject headings. 20th ed. New York: H.W. Wilson.

Mulyani, Sri Alit (2011) Komunikasi pribadi

Perpustakaan Nasional. (2010). Daftar tajuk subjek Perpustakaan Nasional. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Standar Nasional Indonesia. (2009). SNI 7329:2009. Perpustakaan sekolah. Jakarta: Badan

Soekarman K. (2011) Komunikasi pribadi.

Sulistyo-Basuki. Daftar tajuk subjek dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Sagung Seto, 2012.

Taylor, Arlene G (2004). The organization of information. 2nd ed. Westport, Conn. Libraries  Unlimited.

Taylor, Arlene G. (2006). Introduction to cataloging and classification. 10th ed. Westport,Conn.: Libraries Unlimited.

Tairas, J.N.N. dan Soekarman K. (2008). Daftar tajuk subyek untuk perpustakaan. Edisi ringkas. Cetakan ke 13. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Universitas Indonesia. Perpustakaan. (2000). Daftar tajuk subjek Universitas Indonesia. Jakarta: UPT Perpustakaan Universitas Indonesia.

Wijayanti, Luki. (2010) Komunikasi pribadi.


Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Author

%d bloggers like this: